Wall Street Ditutup Beragam Usai The Fed Naikkan Suku Bunga
Kamis, 27 Juli 2023 - 07:09 WIB
loading...
Wall Street ditutup beragam setelah The Fed menaikkan suku bunga. FOTO/Reuters
A
A
A
JAKARTA - Wall Street ditutup beragam pada perdagangan Rabu (26/7/2023) waktu setempat, setelah Federal Reserve menaikkan suku bunga. Indeks Dow Jones (.DJI) tetap mencetak kemenangan beruntun selama 13 hari.
Mengutip Reuters, Dow Jones Industrial Average (.DJI) naik 82,05 poin, atau 0,23%, menjadi 35.520; S&P 500 (.SPX) kehilangan 0,71 poin, atau 0,02%, pada 4.566; dan Nasdaq Composite (.IXIC) turun 17,27 poin, atau 0,12%, menjadi 14.127.
The Fed menaikkan suku bunga acuan semalam sebesar 25 basis poin yang diharapkan secara luas menandai kenaikan ke-11 dalam 12 pertemuan kebijakan terakhir bank sentral AS.
Baca Juga: Wall Street Tergelincir Nantikan Keputusan Sidang The Fed
Ketua The Fed Jerome Powell mengatakan bank sentral akan membuat keputusan pertemuan untuk mencermati data ekonomi. Goldman Sachs mengatakan dalam sebuah catatan kepada klien bahwa pernyataan Fed tidak menandakan laju kenaikan yang lebih lambat di masa depan, tetapi bank mengharapkan penangguhan pada bulan September.
"Pesan untuk pasar adalah bahwa hal itu tidak menggerakkan jarum. Selalu ada ketakutan akan kejutan besar," kata ahli strategi investasi Edward Jones.
Mengutip Reuters, Dow Jones Industrial Average (.DJI) naik 82,05 poin, atau 0,23%, menjadi 35.520; S&P 500 (.SPX) kehilangan 0,71 poin, atau 0,02%, pada 4.566; dan Nasdaq Composite (.IXIC) turun 17,27 poin, atau 0,12%, menjadi 14.127.
The Fed menaikkan suku bunga acuan semalam sebesar 25 basis poin yang diharapkan secara luas menandai kenaikan ke-11 dalam 12 pertemuan kebijakan terakhir bank sentral AS.
Baca Juga: Wall Street Tergelincir Nantikan Keputusan Sidang The Fed
Ketua The Fed Jerome Powell mengatakan bank sentral akan membuat keputusan pertemuan untuk mencermati data ekonomi. Goldman Sachs mengatakan dalam sebuah catatan kepada klien bahwa pernyataan Fed tidak menandakan laju kenaikan yang lebih lambat di masa depan, tetapi bank mengharapkan penangguhan pada bulan September.
"Pesan untuk pasar adalah bahwa hal itu tidak menggerakkan jarum. Selalu ada ketakutan akan kejutan besar," kata ahli strategi investasi Edward Jones.
Lihat Juga :