Bahlil Sebut Perusahaan Kaca China Bakal Bangun Pabrik Senilai Rp127 Triliun di Batam
Jum'at, 28 Juli 2023 - 19:52 WIB
loading...
Salah satu pabrik Xinyi di China. Foto/Xinyi
A
A
A
JAKARTA - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa perusahaan terkemuka di industri kaca dan solar panel asal China , Xinyi Group, akan berinvestasi di Indonesia sebesar USD11,5 miliar atau sekitar Rp127 triliun.
Baca juga: Membandingkan Harta Kekayaan Bahlil Lahadalia dengan Airlangga Hartarto, Siapa Lebih Tajir?
Menurutnya komitmen investasi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) yang disaksikan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Xinyi ini perusahaan tersebesar di dunia, pemain kaca. Kurang lebih sekitar 26% market share dari perusahaan ini. Dan ke depan perusahaan ini telah berkomitmen untuk membangun industrinya di kawasan Batam, Rempang" kata Bahlil dalam siaran YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (28/7/2023).
Bahlil menyebut pabrik yang akan dibangun di Indonesia tersebut akan menjadi pabrik terbesar nomor dua di dunia setelah China dan pabrik terbesar nomor satu yang berada di luar China.
"Ini adalah hilirisasi yang dibangun dari pasir kuarsa dan beberapa bahan baku lainnya yang ada di Indonesia. Kalau kita sudah sukses membangun eksositem hilirisasi dari nikel, sekarang mulai kita dorong ke pasir kuarsa. Nah, output produknya akan dilakukan hampir 90% untuk ekspor, karena pasarnya adalah pasar luar negeri," sambung Bahlil.
Dia juga menjelaskan bahwa Xinyi akan membangun industri solar panel yang akan diekspor ke berbagai negara di dunia. Lebih lanjut Bahlil menerangkan, sebelumnya Xinyi sudah melakukan investasi tahap pertama di kawasan Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), Gresik tahun lalu sebesar UD700 juta.
Baca juga: Membandingkan Harta Kekayaan Bahlil Lahadalia dengan Airlangga Hartarto, Siapa Lebih Tajir?
Menurutnya komitmen investasi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) yang disaksikan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Xinyi ini perusahaan tersebesar di dunia, pemain kaca. Kurang lebih sekitar 26% market share dari perusahaan ini. Dan ke depan perusahaan ini telah berkomitmen untuk membangun industrinya di kawasan Batam, Rempang" kata Bahlil dalam siaran YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (28/7/2023).
Bahlil menyebut pabrik yang akan dibangun di Indonesia tersebut akan menjadi pabrik terbesar nomor dua di dunia setelah China dan pabrik terbesar nomor satu yang berada di luar China.
"Ini adalah hilirisasi yang dibangun dari pasir kuarsa dan beberapa bahan baku lainnya yang ada di Indonesia. Kalau kita sudah sukses membangun eksositem hilirisasi dari nikel, sekarang mulai kita dorong ke pasir kuarsa. Nah, output produknya akan dilakukan hampir 90% untuk ekspor, karena pasarnya adalah pasar luar negeri," sambung Bahlil.
Dia juga menjelaskan bahwa Xinyi akan membangun industri solar panel yang akan diekspor ke berbagai negara di dunia. Lebih lanjut Bahlil menerangkan, sebelumnya Xinyi sudah melakukan investasi tahap pertama di kawasan Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), Gresik tahun lalu sebesar UD700 juta.
Lihat Juga :