Terus Perkuat Aspek ESG, PLN Kembangkan Sustainable Linked Loan
Sabtu, 29 Juli 2023 - 06:30 WIB
loading...
A
A
A
Menurut dia, PLN telah menetapkan 12 KPI ESG, yang terus dipantau setiap bulan. "KPI kami coba petakan berdasarkan penilaian dari lembaga rating, ternyata bisa kami tingkatkan untuk naikkan ESG rating kami. Sebagian besar ini adalah indikator ataupun penilaian PROPER," kata Imam. PLN tercatat sukses memboyong 15 Penghargaan PROPER Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Baca Juga: 20 Profesi Lulusan Jurusan Teknik Bergaji Jumbo, Apa Saja?
Pembicara lainnya, Prof M Fani Cahyandito menyampaikan bahwa perusahaan yang tidak melakukan ESG akan ditinggal investor. Sebab, saat ini para investor sudah sangat memperhatikan aspek ESG dalam operasi sebuah perusahaan. "Investor semakin tersadarkan bahwa perusahaan yang stabil, bisa beroperasi, karyawan produktif adalah perusahaan yang memperhatikan kesejahteraan karyawannya dan juga masyarakat. Perusahaan dipandang lebih punya keberlanjutan dibanding yang tidak menerapkan ESG," ujar Fani.
Sementara, Kepala Bagian Program, Evaluasi, Hukum, Kerjasama dan Teknik Ditjen PPKL Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan M Denny T Silaban menambahkan bahwa investasi ESG bertujuan untuk mengukur dampak sosial dan keberlanjutan dari investasi yang dilakukan perusahaan. Perusahaan memenuhi standar ESG dapat mengintegasikan ketiga kriteria tersebut dalam berbisnis dan investasi. "Kalau beyond compliance itu mereka sudah melakukan investasi kepada ESG itu sendiri," ujar Denny.
Dalam diskusi tersebut, Plt Sekjen Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dadan Kusdiana menambahkan bahwa ESG kini telah menjadi standar seluruh dunia untuk wujudkan pembangunan berkelanjutan. "Pelaksanaan ESG dalam perusahaan dapat meningkatkan investasi. ESG perlu sejalan dengan transisi energi," tegasnya.
Baca Juga: 20 Profesi Lulusan Jurusan Teknik Bergaji Jumbo, Apa Saja?
Pembicara lainnya, Prof M Fani Cahyandito menyampaikan bahwa perusahaan yang tidak melakukan ESG akan ditinggal investor. Sebab, saat ini para investor sudah sangat memperhatikan aspek ESG dalam operasi sebuah perusahaan. "Investor semakin tersadarkan bahwa perusahaan yang stabil, bisa beroperasi, karyawan produktif adalah perusahaan yang memperhatikan kesejahteraan karyawannya dan juga masyarakat. Perusahaan dipandang lebih punya keberlanjutan dibanding yang tidak menerapkan ESG," ujar Fani.
Sementara, Kepala Bagian Program, Evaluasi, Hukum, Kerjasama dan Teknik Ditjen PPKL Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan M Denny T Silaban menambahkan bahwa investasi ESG bertujuan untuk mengukur dampak sosial dan keberlanjutan dari investasi yang dilakukan perusahaan. Perusahaan memenuhi standar ESG dapat mengintegasikan ketiga kriteria tersebut dalam berbisnis dan investasi. "Kalau beyond compliance itu mereka sudah melakukan investasi kepada ESG itu sendiri," ujar Denny.
Dalam diskusi tersebut, Plt Sekjen Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dadan Kusdiana menambahkan bahwa ESG kini telah menjadi standar seluruh dunia untuk wujudkan pembangunan berkelanjutan. "Pelaksanaan ESG dalam perusahaan dapat meningkatkan investasi. ESG perlu sejalan dengan transisi energi," tegasnya.
(fjo)
Lihat Juga :