Telkom Group Gerak Cepat Jalankan Layanan FMC Seutuhnya

Rabu, 02 Agustus 2023 - 15:10 WIB
loading...
Telkom Group Gerak Cepat...
Operator telekomunikasi di Indonesia berlomba-lomba mengklaim sebagai operator penyelenggara Fixed Mobile Convergence (FMC). Dari beberapa operator, nampaknya Telkom bergerak cepat. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Operator telekomunikasi di Indonesia berlomba-lomba mengklaim sebagai operator penyelenggara Fixed Mobile Convergence (FMC) . Dari beberapa operator, nampaknya Telkom bergerak cepat untuk menjadi operator pertama yang melakukan integrasi layanan jaringan pita lebar tetap (fix broadband) ke unit usaha selular, yakni Telkomsel.

Baca Juga: Sebar Dividen Rp16 Triliun, Begini Pujian Erick Thohir Buat Telkom

Dengan demikian bisa dibilang Telkomsel saat ini tengah menerapkan ‘True FMC’ karena penerapan produk dan layanan, yang mencakup selular, TV berbayar, internet rumahan, hingga telepon rumahan dilakukan dalam satu atap/ manajemen.

Baca Juga: Bos Telkom Blakblakan soal Indihome Gabung ke Telkomsel

Pengamat Telekomunikasi dari ITB, Dr. Ir. Ian Yosef Matheus Edward mengatakan, bahwa saat ini seluruh operator telekomunikasi yang ada di Indonesia tengah berjuang untuk memberikan layanan FMC bagi pelanggannya. Diakui Ian, proses integrasi Telkom dan Telkomsel menjadi perusahaan FMC jauh lebih cepat dibandingkan kompetitornya.

Masih berprosesnya XL dalam melakukan integrasi menjadi FMC karena kendala teknis dan non teknis. Kendala teknis yang dihadapi XL dalam menjalankan FMC seperti masih banyaknya jaringan yang masih menggunakan Teknologi Hybrid Fiber Coaxial (HFC) atau gabungan kabel fiber dan koaksial, sehingga saat ini XL belum bisa mengintegrasikan jaringannya menjadi ‘True FMC’.

"Namun kendala yang paling berat menurut saya, yang dihadapi XL adalah masalah manajemen. Melakukan integrasi dari 2 perusahaan yang berbeda antara XL dan LinkNet tentu memiliki tantangan tersendiri. Jika kendala teknis mudah dan cepat dilakukan, namun kendala manajemen membutuhkan waktu yang cukup lama," ucap Ian.

Cepatnya Telkom Group melakukan integrasi Indihome ke Telkomsel sebagai implementasi inisiatif FMC dinilai Ian karena selama ini yang menyediakan jaringan internet terlengkap adalah Telkom Group. Sedangkan manajemen Telkomsel berada di bawah Telkom, sehingga semua perintah mengenai integrasi jaringan dapat dilakukan dengan relatif mudah dan cepat.

"Karena dalam satu manajemen Telkom Grup, sehingga lebih mudah untuk melakukan integrasi Indihome dengan Telkomsel. Perintah melakukan FMC ibaratnya bisa dilakukan dalam satu tarikan nafas. Beda dengan perusahaan yang manajemennya lebih dari 1," terang Ian.

Lanjut Ian, sejatinya FMC itu dapat menggabungkan layanan selular dan fixed line internet, sehingga pelanggan tak merasakan perpindahan jaringan antara jaringan selular dan jaringan internet tetap. Dengan gabungan ini, pelanggan juga dapat menikmati berbagai produk inovatif dalam satu layanan serta satu billing.

"Seharusnya dengan FMC, pelanggan tidak direpotkan dengan berbagai tagihan dan beragam produk yang ditawarkan oleh lebih dari satu operator telekomunikasi. FMC ini merupakan cikal bakal teknologi 6G yang nantinya akan mengintegrasikan layanan internet jaringan tetap, selular, dan satelit," terang Ian.

Saat ini, lanjut Ian, hanya Telkom Group yang memiliki layanan telepon, selular, internet jaringan tetap, dan satelit, sehingga Telkom Group merupakan satu-satunya operator di Indonesia yang memiliki sumber daya lengkap untuk mengimplementasikan 6G di Indonesia. Karena mereka memiliki semua lisensi dan layanan telekomunikasi.

Ian berharap semua operator dapat bergerak cepat untuk dapat mewujudkan FMC ini. Tujuannya agar kepuasan terhadap pelayanan ke pelanggan dapat paripurna dan memiliki nilai tambah yang signifikan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Dalih Iran Soal Penutupan...
Dalih Iran Soal Penutupan Ketat di Selat Hormuz, Stabilitas Harga Energi Masih Jauh
Rupiah Masih Rapuh,...
Rupiah Masih Rapuh, Hari Ini Sentuh Level Rp17.104 per USD
Tahan Harga BBM Subsidi,...
Tahan Harga BBM Subsidi, Purbaya: Instruksi Langsung Presiden!
Bangun Kedaulatan Digital,...
Bangun Kedaulatan Digital, Telkom Pertemukan Regulator dan Pemain Industri
Respons Permintaan Tinggi,...
Respons Permintaan Tinggi, Telkom Akselerasi Ekspansi Kapasitas NeutraDC Batam
Luncurkan AIcosystem,...
Luncurkan AIcosystem, Telkom Siap Garap Peluang AI di Berbagai Sektor Industri
Rekomendasi
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Bubar, Polisi Mulai Buka Jalan Jenderal Sudirman Arah Bundaran HI
Terungkap! Andri Mulyono...
Terungkap! Andri Mulyono Kongkalikong dengan PPK untuk Dapat Proyek Pengadaan Motor Listrik BGN
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
Stargazer, Jet Hipersonik...
Stargazer, Jet Hipersonik Paling Cepat di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved