Lupakan China, Arab Saudi Datang Jadi Pemain Penting Sektor Pertambangan
Kamis, 03 Agustus 2023 - 15:27 WIB
loading...
A
A
A
Kesepakatan dengan Vale yang diumumkan pekan lalu menjadi langkah besar pertama kerajaan Saudi ke pertambangan. Manara Minerals, sebuah usaha baru antara dana kekayaan negara kerajaan dan perusahaan pertambangan negara, akan mendapatkan saham dalam bisnis logam dasar Vale, memberi sinyal Arab Saudi berminat pada tambang dari Indonesia hingga ke Kanada yang memproduksi tembaga, nikel dan logam industri lainnya.
Untuk produsen barat, kerajaan menawarkan akses ke pendanaan, yang menarik karena dana China menjadi kurang cocok secara politis. Tetapi juga karena beberapa investor institusional telah menjadi kurang nyaman dengan penambangan karena masalah lingkungan.
Miliarder tambang, Robert Friedland mengatakan, investor dari kawasan itu – Qatar sudah menjadi pendukung utama Glencore Plc – sekarang cenderung menjadi salah satu pemodal paling penting untuk sektor yang haus modal.
"Sekarang, mungkin, pasokan modal terbesar untuk industri pertambangan akan datang dari Timur Tengah," ungkapnya yang menghabiskan beberapa tahun terakhir mengembangkan salah satu operasi tembaga terbesar di dunia, di Republik Demokratik Kongo, dengan bantuan dana China.
Tetapi Arab Saudi menawarkan sesuatu yang lain. Kantong dalam Arab Saudi juga dapat menghadirkan beberapa tantangan bagi produsen terbesar yang mencari kesepakatan. Tertarik untuk mendapatkan lebih banyak eksposur ke tembaga dan nikel, penambang mulai menulis cek terbesar dalam lebih dari satu dekade.
BHP Group dan Rio Tinto Group – dua yang terbesar – baru saja menyelesaikan kesepakatan multi-miliar dolar untuk tambang tembaga, sementara Glencore Plc mencoba membeli Teck Resources Ltd.
Selama bertahun-tahun, produsen besar berulang kali menelan kekalahan apabila berurusan dengan tawaran dari perusahaan-perusahaan China dalam usahanya membeli tambang. Perusahaan logam dan pertambangan milik negara China bersedia membayar valuasi yang tidak bisa ditandingi oleh perusahaan-perusahaan barat.
Untuk produsen barat, kerajaan menawarkan akses ke pendanaan, yang menarik karena dana China menjadi kurang cocok secara politis. Tetapi juga karena beberapa investor institusional telah menjadi kurang nyaman dengan penambangan karena masalah lingkungan.
Miliarder tambang, Robert Friedland mengatakan, investor dari kawasan itu – Qatar sudah menjadi pendukung utama Glencore Plc – sekarang cenderung menjadi salah satu pemodal paling penting untuk sektor yang haus modal.
"Sekarang, mungkin, pasokan modal terbesar untuk industri pertambangan akan datang dari Timur Tengah," ungkapnya yang menghabiskan beberapa tahun terakhir mengembangkan salah satu operasi tembaga terbesar di dunia, di Republik Demokratik Kongo, dengan bantuan dana China.
Tetapi Arab Saudi menawarkan sesuatu yang lain. Kantong dalam Arab Saudi juga dapat menghadirkan beberapa tantangan bagi produsen terbesar yang mencari kesepakatan. Tertarik untuk mendapatkan lebih banyak eksposur ke tembaga dan nikel, penambang mulai menulis cek terbesar dalam lebih dari satu dekade.
BHP Group dan Rio Tinto Group – dua yang terbesar – baru saja menyelesaikan kesepakatan multi-miliar dolar untuk tambang tembaga, sementara Glencore Plc mencoba membeli Teck Resources Ltd.
Selama bertahun-tahun, produsen besar berulang kali menelan kekalahan apabila berurusan dengan tawaran dari perusahaan-perusahaan China dalam usahanya membeli tambang. Perusahaan logam dan pertambangan milik negara China bersedia membayar valuasi yang tidak bisa ditandingi oleh perusahaan-perusahaan barat.
Lihat Juga :