Puji Teknologi LRT Jabodebek, Kartika Wirjoatmodjo: Semua Canggih dan Otomatis!
Jum'at, 04 Agustus 2023 - 19:41 WIB
loading...
Wamen BUMN I, Kartika Wirjoatmodjo memuji, keseluruhan pengoperasian Light Rail Trainset atau Lintas Rel Terpadu (LRT) Jabodebek mengedepankan sistem program berbasis teknologi canggih. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Wakil Menteri atau Wamen BUMN I , Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, keseluruhan pengoperasian Light Rail Trainset atau Lintas Rel Terpadu atau LRT Jabodebek mengedepankan sistem program berbasis teknologi canggih . Salah satunya, Communication-Based Train Control (CBTC) dengan Grade of Automation (GoA) level 3.
Baca Juga: Heboh LRT Jabodebek di Gatsu-Kuningan Salah Desain, Menhub Buka Suara
CBTC adalah sistem pengoperasian kereta berbasis komunikasi canggih yang dapat mengoperasikan kereta tanpa masinis. Sistem ini juga memproyeksikan jadwal secara otomatis dari pusat kendali operasi.
"Kemarin saya baru tes terakhir, jadi kalau teman-teman kalau naik nanti perhatikan, itu kan enggak ada masinis, semua by program," ujar pria yang akrab disapa Tiko itu dikutip, Jumat (4/8/2023).
Baca Juga: Jadwal Operasi LRT Jabodebek Mundur, Bagaimana Uji Coba untuk Masyarakat?
Walau tanpa masinis, perjalanan LRT Jabodebek dikontrol oleh petugas yang disebut dengan train attendant. Petugas ini bertanggung jawab memberikan pelayanan kepada pelanggan dan jika dibutuhkan penanganan dalam kondisi darurat. Karena menggunakan teknologi generasi terbaru, LRT Jabodebek punya ketepatan berhenti di pintu stasiun.
"Itu nanti berhenti di pintu, itu harus pas, antara pintu yang gate-nya ini sama kereta. Masing-masing kereta itu punya ketepatan mendarat di pintu dengan AI, itu programingnya berkali-kali harus di-adjust terus," ucap dia.
Menurut dia, kereta ringan ini merupakan proyek yang memberikan manfaat optimal bagi bangsa Indonesia. Melalui PT INKA (Persero), Indonesia menangkap alih teknologi dari sebuah proyek infrastruktur dengan konsep teknologi terbaru di dunia, yaitu LRT tanpa masinis.
"Akhirnya Insya Allah, nanti 28 Agustus akan diresmikan dan berjalan sesuai dengan harapan," ungkap Tiko.
Baca Juga: Heboh LRT Jabodebek di Gatsu-Kuningan Salah Desain, Menhub Buka Suara
CBTC adalah sistem pengoperasian kereta berbasis komunikasi canggih yang dapat mengoperasikan kereta tanpa masinis. Sistem ini juga memproyeksikan jadwal secara otomatis dari pusat kendali operasi.
"Kemarin saya baru tes terakhir, jadi kalau teman-teman kalau naik nanti perhatikan, itu kan enggak ada masinis, semua by program," ujar pria yang akrab disapa Tiko itu dikutip, Jumat (4/8/2023).
Baca Juga: Jadwal Operasi LRT Jabodebek Mundur, Bagaimana Uji Coba untuk Masyarakat?
Walau tanpa masinis, perjalanan LRT Jabodebek dikontrol oleh petugas yang disebut dengan train attendant. Petugas ini bertanggung jawab memberikan pelayanan kepada pelanggan dan jika dibutuhkan penanganan dalam kondisi darurat. Karena menggunakan teknologi generasi terbaru, LRT Jabodebek punya ketepatan berhenti di pintu stasiun.
"Itu nanti berhenti di pintu, itu harus pas, antara pintu yang gate-nya ini sama kereta. Masing-masing kereta itu punya ketepatan mendarat di pintu dengan AI, itu programingnya berkali-kali harus di-adjust terus," ucap dia.
Menurut dia, kereta ringan ini merupakan proyek yang memberikan manfaat optimal bagi bangsa Indonesia. Melalui PT INKA (Persero), Indonesia menangkap alih teknologi dari sebuah proyek infrastruktur dengan konsep teknologi terbaru di dunia, yaitu LRT tanpa masinis.
"Akhirnya Insya Allah, nanti 28 Agustus akan diresmikan dan berjalan sesuai dengan harapan," ungkap Tiko.
(akr)
Lihat Juga :