Perbandingan Sistem Pembayaran BRICS dan SWIFT: Siapa Paling Menguntungkan

Selasa, 08 Agustus 2023 - 17:00 WIB
loading...
Perbandingan Sistem...
Rusia bersama dengan China terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur sistem pembayaran BRICS (Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan). Lantas apa bedanya dengan SWIFT. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Rusia bersama dengan China terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur sistem pembayaran BRICS (Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan). Sistem pembayaran BRICS diyakini akan menggantikan jaringan pesan keuangan SWIFT, mengingat banyaknya negara yang ingin bergabung dalam kelompok negara-negara berkembang tersebut.

- Sistem Pembayaran BRICS

Pengembangan infrastruktur pembayaran BRICS nantinya akan melayani kemitraan ekonomi antar anggota, maupun di luarnya. Sistem yang kuat diatur untuk mengubah perdagangan internasional dengan mengintegrasikan mata uang BRICS yang bakal lahir dan merampingkan transaksi lintas batas.

Baca Juga: Rusia: Sistem Pembayaran BRICS Bakal Gantikan SWIFT

Ketua Lembaga Pengembangan Ekonomi Nasional Rusia, atau yang dikenal sebagai VEB.RF, Igor Shuvalov adalah pendukung utama urgensi proyek tersebut. Berbicara menjelang KTT BRICS mendatang, Shuvalov memohon para pemimpin Federasi Rusia dan China untuk mempercepat kemajuan dalam membangun sistem pembayaran.

Baca Juga: Perkuat BRICS Melawan Dominasi AS, Rusia Beri Sinyal Dukung 3 Negara Ini Jadi Anggota Baru

Sistem pembayaran baru, yang digambarkan Shuvalov sebagai memanfaatkan teknologi 'mutakhir', diharapkan akan diluncurkan secara resmi setelah pertemuan puncak, yang dijadwalkan pada Agustus 2023 di Cape Town, Afrika Selatan.

Selain melayani negara-negara BRICS, infrastruktur pembayaran baru ini direncanakan juga bakal menggabungkan grup Organisasi Kerjasama Shanghai (SCO), sebuah langkah yang memfasilitasi transfer uang tanpa batas di panggung global.

Shuvalov menekankan, perlunya "infrastruktur pembayaran yang independen dan efisien" yang dapat memungkinkan kelancaran transaksi tidak hanya untuk 'rubel/yuan' tetapi juga untuk mata uang BRICS dan SCO yang lebih luas.

Perkembangan ini berpotensi mendorong perdagangan di dalam dan di luar blok BRICS dan SCO, sehingga memperkuat kekuatan ekonomi mereka di panggung dunia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
UATAS dan AFPI Ajak...
UATAS dan AFPI Ajak Mahasiswa Bijak Kelola Keuangan
China Desak BRICS Berani...
China Desak BRICS Berani Melawan Barat: Akses Mineral Strategis Bakal Dikunci
Menguak di Balik Lawatan...
Menguak di Balik Lawatan Prabowo 1,5 Tahun, Seskab Teddy: BRICS hingga Investasi Rp2.430 Triliun
Dolar AS Mulai Dikepung,...
Dolar AS Mulai Dikepung, Mampukah BRICS Meruntuhkan Dominasi Greenback?
Ketidakpastian Ekonomi...
Ketidakpastian Ekonomi Dorong Pentingnya Proteksi Keuangan
BRICS Jadi Senjata Terakhir...
BRICS Jadi Senjata Terakhir Indonesia jika Impor 150 Juta Ton Barel Minyak Rusia Batal
Malapraktik Penguatan...
Malapraktik Penguatan Rupiah dan IHSG
Viral, Menlu Rusia Marahi...
Viral, Menlu Rusia Marahi Jurnalis Berisik: 'Serahkan Ponsel Anda atau Petugas Keluarkan Senjata!'
Menlu Sugiono: BRICS...
Menlu Sugiono: BRICS Harus Berperan Aktif Menjaga Perdamaian dan Stabilitas Global
Rekomendasi
Hakim Tolak JPU soal...
Hakim Tolak JPU soal Uang Pengganti Rp4,8 Triliun ke Nadiem, Rekomendasikan Jalur TPPU
Prabowo dan Lukashenko...
Prabowo dan Lukashenko Luncurkan Roadmap Bilateral Indonesia-Belarus 2026-2030
Prabowo Terima Pulpen...
Prabowo Terima Pulpen Emas dari Lukashenko saat Bertemu di Istana Merdeka
Berita Terkini
EMAS Tembus Bursa Hong...
EMAS Tembus Bursa Hong Kong, Analis: Jadi Booster Citra Investasi Indonesia
Daud Joseph Mundur dari...
Daud Joseph Mundur dari Dirut PT Pos Indonesia usai Penggabungan BUMN Logistik
Kuota Terbatas! Strategi...
Kuota Terbatas! Strategi Manfaatkan BRI KPR Bunga Spesial 1,75% untuk Rumah Pertama Anda
Traveloka Gandeng Marriott...
Traveloka Gandeng Marriott International Perluas Akses Hotel di Asia Tenggara
Purbaya Beberkan Penyebab...
Purbaya Beberkan Penyebab Neraca Perdagangan Mei 2026 Defisit
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp15.000 Jadi Rp2,64 Juta per Gram
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved