Ekonomi RI Tumbuh 5,17%, Airlangga: Indonesia Rebut Kembali Status Kelas Menengah Atas
Rabu, 09 Agustus 2023 - 16:38 WIB
loading...
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Sektor penggerak perekonomian nasional semakin luar biasa, terutama pada industri manufaktur yang memberikan nilai tambah ekonomi yang signifikan dan juga ditopang oleh permintaan domestik yang kuat. Kondisi tersebut mengantarkan Indonesia mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 5,17% secara tahunan (year on year/yoy) pada kuartal II-2023 dengan PMI Manufaktur Indonesia yang berada pada level ekspansif 53,3 pada Juli.
"Dengan demikian, Indonesia telah mencapai tonggak penting dengan merebut kembali statusnya sebagai negara berpenghasilan menengah atas menurut klasifikasi Bank Dunia yang diperbarui pada Juli 2023," ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam West Java Investment Summit 2023 secara virtual di Jakarta, Rabu (9/8/2023).
Baca Juga: Ekonomi RI Optimistis Tumbuh 5,3% Tahun Ini, Airlangga Ungkap Strateginya
Lebih lanjut, Airlangga mengatakan pencapaian tersebut dimanfaatkan Pemerintah untuk terus melakukan beberapa strategi, antara lain meningkatkan kualitas sumber daya manusia, melaksanakan program nilai tambah termasuk program hilirisasi sumber daya alam, dan meningkatkan investasi yang dapat menciptakan lapangan kerja dalam skala luas.
Sebagaimana diketahui, R&I Rating Agency telah menaikkan outlook Indonesia dari stabil menjadi positif, dan mempertahankan Sovereign Credit Rating Indonesia di BBB+. Peningkatan tersebut didukung oleh kinerja ekonomi yang kuat dan ketahanan ekonomi yang terjaga, serta pengendalian inflasi yang baik.
Kondisi tersebut juga didukung oleh kontribusi Pemerintah Daerah (Pemda) dalam mengoptimalkan prospek pembiayaan investasi yang baik di Indonesia yang tercermin dari afirmasi sovereign rating Indonesia oleh berbagai lembaga pemeringkat internasional. Peningkatan investasi di daerah didukung oleh Undang-Undang Cipta Kerja yang mengatur beberapa aspek yang dapat meningkatkan kualitas iklim investasi.
"Perlu juga diupayakan terobosan investasi melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk merumuskan kebijakan yang mendukung iklim investasi yang baik," kata Airlangga.
"Dengan demikian, Indonesia telah mencapai tonggak penting dengan merebut kembali statusnya sebagai negara berpenghasilan menengah atas menurut klasifikasi Bank Dunia yang diperbarui pada Juli 2023," ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam West Java Investment Summit 2023 secara virtual di Jakarta, Rabu (9/8/2023).
Baca Juga: Ekonomi RI Optimistis Tumbuh 5,3% Tahun Ini, Airlangga Ungkap Strateginya
Lebih lanjut, Airlangga mengatakan pencapaian tersebut dimanfaatkan Pemerintah untuk terus melakukan beberapa strategi, antara lain meningkatkan kualitas sumber daya manusia, melaksanakan program nilai tambah termasuk program hilirisasi sumber daya alam, dan meningkatkan investasi yang dapat menciptakan lapangan kerja dalam skala luas.
Sebagaimana diketahui, R&I Rating Agency telah menaikkan outlook Indonesia dari stabil menjadi positif, dan mempertahankan Sovereign Credit Rating Indonesia di BBB+. Peningkatan tersebut didukung oleh kinerja ekonomi yang kuat dan ketahanan ekonomi yang terjaga, serta pengendalian inflasi yang baik.
Kondisi tersebut juga didukung oleh kontribusi Pemerintah Daerah (Pemda) dalam mengoptimalkan prospek pembiayaan investasi yang baik di Indonesia yang tercermin dari afirmasi sovereign rating Indonesia oleh berbagai lembaga pemeringkat internasional. Peningkatan investasi di daerah didukung oleh Undang-Undang Cipta Kerja yang mengatur beberapa aspek yang dapat meningkatkan kualitas iklim investasi.
"Perlu juga diupayakan terobosan investasi melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk merumuskan kebijakan yang mendukung iklim investasi yang baik," kata Airlangga.
Lihat Juga :