Terapkan Teknologi Climate Smart Agriculture, Poktan Banjarnegara Kendalikan Hama

Rabu, 29 Juli 2020 - 21:45 WIB
loading...
Terapkan Teknologi Climate...
Teknologi Climate Smart Agriculture (CSA) yang merupakan bagian dari proyek SIMURP mulai diterapkan Kelompok Tani Sedya Usaha, Desa Kasilib, Kecamatan Wanadadi, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Foto/Dok
A A A
BANJARNEGARA - Teknologi Climate Smart Agriculture (CSA) yang merupakan bagian dari proyek SIMURP mulai diterapkan Kelompok Tani Sedya Usaha, Desa Kasilib, Kecamatan Wanadadi, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Dengan CSA, Poktan Sedya Usaha mengendalikan hama wereng coklat.

Kelompok Tani Sedya Usaha melaksanakan gerakan pengendalian hama wereng coklat pada tanaman padi di sawah blok Karangpucung seluas kurang lebih 11 hektare (ha). Petani sejumlah 19 orang bersama-sama melakukan pengendalian sesuai arahan petunjuk dari penyuluh pertanian. Dilaksanakan pada pukul 06.00 WIB.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo memberikan, apresiasi untuk usaha yang dilakukan Poktan Sedya Usaha. “Ilmu yang didapat dari kegiatan CSA SIMURP harus bisa diaplikasikan para petani. Sebab, dengan teknologi CSA kita bisa meningkatkan produktivitas, termasuk mengantisipasi serangan hama yang bisa merugikan petani,” tutur Mentan SYL di Banjarnegara, Rabu (29/7/2020).

(Baca Juga: Pertanian Cerdas Iklim Bisa Meningkatkan Produktivitas, TOT CSA SIMURP Digelar )

Apresiasi juga diberikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi NUrsyamsi. Menurutnya, selain mampu mengendalikan hama wereng, dengan CSA petani tetap berproduksi meski dalam musim kemarau. Hal ini juga sejalan dengan instruksi bahwa pertanian tidak boleh berhenti berproduksi.

“Penyuluh harus tetap mengawal petani di lapangan. Tentunya dengan menerapkan protokol pencegahan Covid-19, seperti jaga jarak, cuci tangan, dan memakai masker dalam berinteraksi,” tutur Dedi NUrsyamsi.

Sementara penyuluh pendamping Desa Kasilib, Sulasih, yang juga koordinator penyuluh pertanian Kecamatan Wanadadi, mengatakan pengendalian hama WBC dilakukan pada pertanaman padi varietas Inpari 32, umur sekitar 40 HST.

“Sebelumnya, telah dilakukan pengamatan oleh petugas Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), dan ditemukan populasi Wereng Berwarna Coklat (WBC) lebih dari 10 ekor per rumpunnya. Rupanya di tengah situasi lockdown akibat pandemi covid-19 ini, tidak membuat hama tersebut ikut terlockdown," tutur Sulasih.

(Baca Juga: Maksimalkan Lahan Pertanian di Manggarai Timur, Penyuluh Harus Dampingi Petani )

Pengendalian hama wereng coklat, ini harus dilakukan secara serempak pada semua petak sawah di sebuah hamparan, agar semua populasi hama WBC teratasi pada satu waktu, sehingga hasilnya pun efektif. Pengendalian yang tidak serempak, akan menyebabkan hama WBC berpindah dari satu petak ke petak lainnya, sehingga populasi WBC akan selalu ada.

Harapannya, dengan semangat kebersamaan, kekompakan dan kerjasama dalam gerakan pengendalian tersebut, hama wereng coklat dan OPT lainnya dapat selalu teratasi dengan baik, sehingga tidak pengganggu produktivitas tanaman.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dataran Tinggi Tak Lagi...
Dataran Tinggi Tak Lagi Area Pinggiran, UPLAND Jadikannya Pilar Kedaulatan Pangan
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
Bidik Pasar Indonesia...
Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Komisi I Bangga TNI...
Komisi I Bangga TNI Ikut Urus Pertanian, Dave Laksono: Ini Bukan Kembali ke Dwifungsi
Presiden Prabowo: Hanya...
Presiden Prabowo: Hanya di Indonesia Polisi Ngurus Pertanian, Tentaranya Sering Ada di Sawah
Rekomendasi
WOSPAC Siapkan Fondasi...
WOSPAC Siapkan Fondasi Talenta Muda, Jaga Asa Indonesia Menuju Piala Dunia
Pakar Militer Ini Ungkap...
Pakar Militer Ini Ungkap AS dan Iran Masih Berusaha Raih Klaim Kemenangan
Bareskrim Didesak Pulihkan...
Bareskrim Didesak Pulihkan Hak Korban Penipuan dan Penggelapan Dana Syariah Indonesia
Berita Terkini
Galon Guna Ulang Berizin...
Galon Guna Ulang Berizin Edar BPOM dan Ber-SNI Dipastikan Aman Dipakai
Transisi Net Zero Ubah...
Transisi Net Zero Ubah Peran CFO Menjadi Penggerak Transformasi Bisnis
Jalur Hormuz Mulai Stabil,...
Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan
MEKAR Kembangkan Ekosistem...
MEKAR Kembangkan Ekosistem Pembiayaan Produktif
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Guna Usaha Indonesia Catat Kinerja Unggul Selama 10 Tahun Berturut-turut
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Finance Catat Kinerja Terbaik Selama Lima Tahun Berturut-turut
Infografis
Para Miliarder Teknologi...
Para Miliarder Teknologi Hamburkan Triliunan Rupiah untuk Riset Kehidupan Abadi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved