China Bakal Salip Jepang Sebagai Eksportir Mobil Nomor 1 Dunia
Selasa, 15 Agustus 2023 - 13:00 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Indonesia Bakal Pimpin Penjualan Mobil Listrik ASEAN di 2040
Kecepatan China merangkul teknologi baru dalam industri otomotif diakui tidak tertandingi. Alhasil, beberapa perusahaan otomotif terbesar di dunia telah mendirikan fasilitas produksi di China, termasuk Tesla dan BMW. Namun, Moody's mencatat bahwa merek asing tidak mengalahkan merek lokal seperti Chery dan SAIC.
Kawasan Asia-Pasifik, yang merupakan rumah bagi beberapa negara pengekspor otomotif terbesar di dunia seperti Korea Selatan, China, dan Jepang, telah mengalami pemulihan beragam dalam ekspor otomotif.
Namun, EV menyumbang hampir 30% dari semua mobil penumpang yang terjual di seluruh dunia tahun lalu, dibandingkan dengan kurang dari 5% sebelum pandemi. Menurut Badan Energi Internasional pada bulan April, penjualan mobil EV melonjak menjadi lebih dari 10 juta pada tahun 2022, di mana China memimpin dan menguasai sekitar 60% pasar.
Moody's mengaitkan peningkatan permintaan EV sebagian dengan diskon harga yang besar oleh pabrikan China, serta dukungan pemerintah. Misalnya, pajak pembelian 10% untuk mobil baru telah dibebaskan untuk kendaraan listrik sejak 2014.
Kecepatan China merangkul teknologi baru dalam industri otomotif diakui tidak tertandingi. Alhasil, beberapa perusahaan otomotif terbesar di dunia telah mendirikan fasilitas produksi di China, termasuk Tesla dan BMW. Namun, Moody's mencatat bahwa merek asing tidak mengalahkan merek lokal seperti Chery dan SAIC.
Kawasan Asia-Pasifik, yang merupakan rumah bagi beberapa negara pengekspor otomotif terbesar di dunia seperti Korea Selatan, China, dan Jepang, telah mengalami pemulihan beragam dalam ekspor otomotif.
Namun, EV menyumbang hampir 30% dari semua mobil penumpang yang terjual di seluruh dunia tahun lalu, dibandingkan dengan kurang dari 5% sebelum pandemi. Menurut Badan Energi Internasional pada bulan April, penjualan mobil EV melonjak menjadi lebih dari 10 juta pada tahun 2022, di mana China memimpin dan menguasai sekitar 60% pasar.
Moody's mengaitkan peningkatan permintaan EV sebagian dengan diskon harga yang besar oleh pabrikan China, serta dukungan pemerintah. Misalnya, pajak pembelian 10% untuk mobil baru telah dibebaskan untuk kendaraan listrik sejak 2014.
(fjo)
Lihat Juga :