Ekonomi China Memburuk, Xi Jinping Hadapi Pilihan Sulit

Rabu, 16 Agustus 2023 - 10:59 WIB
loading...
A A A
Otoritas China tetap sensitif tentang narasi ekonomi, menginstruksikan para analis untuk menghindari diskusi tentang deflasi dan membatasi akses ke data utama. China pun menangguhkan penerbitan data tentang tingkat pengangguran kaum muda yang melonjak untuk menghilangkan kerumitan dalam angka-angka tersebut, yang memicu kekhawatiran tentang transparansi.

"Perekonomian yang menurun secara dramatis meningkatkan risiko kerusuhan," kata Drew Thompson, seorang mantan pejabat Pentagon dan pengusaha di China yang sekarang menjadi peneliti senior di Lee Kuan Yew School of Public Policy di Singapura. "Partai Komunis harus mengitari gerbongnya," kata dia dikutip dari Financial Review, Rabu (16/8/2023).

Perjuangan China di tengah keterpurukan ekonomi merupakan berita buruk bagi dunia. Saham dan obligasi turun karena kekhawatiran bahwa ekonomi global akan menderita tanpa pemulihan yang berkelanjutan di China, yang sebelumnya diproyeksikan oleh Dana Moneter Internasional (IMF) akan menjadi kontributor utama pertumbuhan global hingga 2028.

Menteri Keuangan AS Janet Yellen minggu ini mengatakan bahwa perlambatan China adalah faktor risiko bagi perekonomian Amerika Serikat (AS). Impor yang lebih lemah dari komoditas-komoditas utama juga mengancam para produsen dari Australia hingga Brasil, sementara permintaan yang lebih lemah untuk barang-barang elektronik akan berdampak pada perekonomian yang bergantung pada perdagangan seperti Korea Selatan dan Taiwan.

Indeks CSI 300, sebuah tolok ukur saham-saham CHina, berakhir 0,2% lebih rendah bahkan setelah Bloomberg melaporkan bahwa pihak berwenang Cina dapat memotong bea materai pada perdagangan saham untuk pertama kalinya sejak tahun 2008.

Meskipun beberapa ekonom lebih terdorong oleh tindakan bank sentral daripada yang lain, semua tampaknya setuju pada satu hal bahwa pihak berwenang memiliki lebih banyak pekerjaan yang harus dilakukan di sisi moneter dan fiskal.

"Penurunan suku bunga PBoC menyiapkan panggung untuk kondisi likuiditas yang lebih longgar yang pada akhirnya dapat mendukung dorongan fiskal yang lebih besar," kata Louise Loo, ekonom utama di Oxford Economics. "Jadi hal ini sangat menggembirakan."

Para ekonom di ANZ, termasuk Xing Zhaopeng dan Raymond Yeung, mengatakan bahwa suku bunga pada pinjaman kebijakan satu tahun PBoC mungkin perlu dikurangi menjadi 1,2% sebagai suku bunga terminal yang mengimplikasikan pemangkasan tambahan sebesar 130 basis poin. Penurunan suku bunga, menurut mereka, akan meredakan guncangan dan mengulur waktu untuk reformasi struktural, seperti meningkatkan industri, urbanisasi yang lebih besar, dan lebih banyak deleveraging.

Namun, beberapa ekonom mengatakan bahwa strategi pemerintah sejauh ini tidak banyak membantu, terutama karena krisis properti yang terus memburuk.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Daya Saing Indonesia...
Daya Saing Indonesia Turun ke Peringkat 48 Dunia, Kalah dari Malaysia dan Vietnam
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Penerbitan Panda Bond...
Penerbitan Panda Bond Mundur ke Akhir Juli, Purbaya Incar Likuiditas Jumbo
Keluarga Pejabat di...
Keluarga Pejabat di China Dilarang Total Berbisnis, Mundur atau Tutup Usaha! Berani Tiru?
China Desak BRICS Berani...
China Desak BRICS Berani Melawan Barat: Akses Mineral Strategis Bakal Dikunci
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Didik Rachbini Prediksi...
Didik Rachbini Prediksi Safari Politik Jokowi Menjadi Faktor Negatif Ekonomi Nasional
Rekomendasi
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
5 Momen Penyelamatan...
5 Momen Penyelamatan Korban Gempa Venezuela yang Mengharukan
Berita Terkini
QuickPro Ajak Trader...
QuickPro Ajak Trader Emas Bangun Kemandirian Analisa
Topremit Catat 300.000...
Topremit Catat 300.000 Pengguna, Remitansi Digital Kian Digemari
IHSG Pagi Ini Anjlok...
IHSG Pagi Ini Anjlok Lebih 1%, Balik ke Level 5.700-an
Perkuat Industri Maritim,...
Perkuat Industri Maritim, BKI Dorong Kolaborasi PIKKI Bersama PT PAL
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Jadi Navigasi Pembangunan Nasional
Pendapatan Melonjak...
Pendapatan Melonjak 47,7%, KPIG Raih Laba Bersih Rp724,2 Miliar di 2025
Infografis
Xi Mingze: Jejak Senyap...
Xi Mingze: Jejak Senyap Putri Tunggal Presiden China
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved