Ekonomi China Memburuk, Xi Jinping Hadapi Pilihan Sulit

Rabu, 16 Agustus 2023 - 10:59 WIB
loading...
Ekonomi China Memburuk,...
Presiden China Xi Jinping. FOTO/Reuters
A A A
JAKARTA - Presiden Xi Jinping telah menolak untuk menarik pelatuk stimulus besar untuk menghidupkan kembali ekonomi terbesar kedua di dunia ini. Reaksi pasar yang suram terhadap penurunan suku bunga yang mengejutkan minggu ini menunjukkan bahwa para investor ingin melihat dia mengambil langkah yang lebih berani.

People's Bank of China menurunkan suku bunga pinjaman satu tahunatau fasilitas pinjaman jangka menengah sebesar 15 basis poin menjadi 2,5%, penurunan paling tajam dalam tiga tahun terakhir. Langkah ini diambil tidak lama sebelum rilis data bulan Juli, yang menunjukkan pertumbuhan belanja konsumen yang lemah, penurunan investasi dan peningkatan pengangguran.

Jika dilihat lebih jauh lagi, gambaran ekonomi terlihat semakin memburuk. Pinjaman bank jatuh ke level terendah dalam 14 tahun terakhir bulan lalu, sementara deflasi mulai terjadi dan ekspor mengalami kontraksi.

Salah satu pengembang properti terbesar di RRT berisiko gagal bayar dan sebuah konglomerat keuangan dengan dana kelolaan 1 triliun yuan (USD213 miliar) gagal membayar produk investasi, memicu kekhawatiran mengenai kemungkinan penularan.

Baca Juga: Ekonomi Lagi Sulit, Ini Janji-janji China Gaet Investor Asing

Beberapa bank menurunkan estimasi pertumbuhan tahunan mereka untuk China menyusul data yang mengecewakan ini. Tim JPMorgan Chase menurunkan perkiraan setahun penuh untuk tahun 2023 menjadi 4,8%, sementara Barclays memangkas estimasi pertumbuhan menjadi 4,5%. Adapun keduanya di bawah target resmi China yaitu sekitar 5%.

Semua itu menambah tekanan pada Xi Jinping untuk berbuat lebih banyak di dua area yang selama ini ingin dihindari untuk membantu sektor properti yang terlilit utang, dan memberikan lebih banyak uang tunai kepada para konsumen untuk dibelanjakan, sesuatu yang oleh seorang penasihat bank sentral China minggu ini disebut sebagai tujuan yang paling mendesak.

Risiko Kerusuhan

Kegagalan untuk menghidupkan kembali kepercayaan diri secara lebih luas berisiko menyebabkan penderitaan ekonomi yang dapat berhembus kembali pada para pemimpin Partai Komunis. Ada gelombang boikot hipotek dan protes yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Xi sendiri setelah penduduk menjadi muak dengan pembatasan Covid-19 yang paling ketat di dunia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Daya Saing Indonesia...
Daya Saing Indonesia Turun ke Peringkat 48 Dunia, Kalah dari Malaysia dan Vietnam
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Penerbitan Panda Bond...
Penerbitan Panda Bond Mundur ke Akhir Juli, Purbaya Incar Likuiditas Jumbo
Keluarga Pejabat di...
Keluarga Pejabat di China Dilarang Total Berbisnis, Mundur atau Tutup Usaha! Berani Tiru?
China Desak BRICS Berani...
China Desak BRICS Berani Melawan Barat: Akses Mineral Strategis Bakal Dikunci
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Didik Rachbini Prediksi...
Didik Rachbini Prediksi Safari Politik Jokowi Menjadi Faktor Negatif Ekonomi Nasional
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
Rekomendasi
Pangkormar Pimpin Sertijab...
Pangkormar Pimpin Sertijab 7 Jabatan Strategis, Danbrigif 4 Mar/BS hingga Dandenjaka
Mutasi Besar di Polda...
Mutasi Besar di Polda Lampung, Kapolresta hingga 6 Kapolres Diganti
Argentina Bawa 500 Kg...
Argentina Bawa 500 Kg Daging Sapi Premium, Tradisi Barbeku Jadi Senjata Messi Cs di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Pendapatan Melonjak...
Pendapatan Melonjak 47,7%, KPIG Raih Laba Bersih Rp724,2 Miliar di 2025
MNC Asia Holding Raup...
MNC Asia Holding Raup Laba Bersih Rp1,4 Triliun di 2025, Setujui Private Placement 8,6 Miliar Saham
Malaysia Prediksi Gejolak...
Malaysia Prediksi Gejolak Harga Energi Berlanjut Dua Tahun ke Depan
Lindungi Bursa Saham...
Lindungi Bursa Saham dari Ancaman Siber, ADIGSI Gandeng APEI
Tak Sekadar Nyaman,...
Tak Sekadar Nyaman, Hunian Masa Depan Kini Mengandalkan Energi Hijau
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Janji Menkeu Purbaya
Infografis
Ekonomi Suram, Gelombang...
Ekonomi Suram, Gelombang Unjuk Rasa Banyak Terjadi di China
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved