Negeri Samba Jadi Negara Tujuan Ekspor Baru Kelapa Parut Sulut

Kamis, 30 Juli 2020 - 06:58 WIB
loading...
Negeri Samba Jadi Negara...
Ekspor komoditas unggulan Sulut berupa kelapa parut ke Brazil, Amerika Latin sebanyak 104 ton dilepas untuk menjadi harapan dapat berdampak bagi kesejahteraan petani apalagi di tengah wabah Covid-19. Foto/Dok
A A A
MANADO - Pembukaan pembatasan secara bertahap terus memberikan angin segar bagi sektor pertanian di tanah air termasuk juga di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Karantina Pertanian Manado melepas perdana ekspor komoditas unggulan Sulut berupa kelapa parut ke Brazil, Amerika Latin sebanyak 104 ton.

"Sebelumnya, berdasarkan data pada sistem perkarantinaan, IQFAST biasanya kelapa parut Sulut diekspor ke negara-negara di benua Asia dan Eropa," kata Kepala Karantina Pertanian Manado, Donni Muksydayan Saragih melalui keterangan tertulisnya.

Menurut Donni, komoditas ekspor asal sub sektor perkebunan dengan nilai Rp2,8 miliar ini milik PT SI yang telah melalui serangkaian tindakan karantina dan dinyatakan sehat, aman dan memenuhi persyaratan negara tujuan.

(Baca Juga: Mentan Pastikan Ekspor Pertanian Tidak Terganggu Corona )

Negeri Samba -julukan Brazil- merupakan negara dari Amerika Latin dengan penduduk terbanyak keenam di dunia yaitu sebesar 212 juta jiwa. Potensi pasar yang besar tersebut mampu dimanfaatkan oleh PT. SI dalam memasarkan produknya berupa Kelapa Parut.

Menurut pemilik, pihaknya terus melakukan penambahan negara tujuan, mengingat produktivitas kelapa Sulut yang baik. "Iklim usaha juga bagus dan harapannya ini dapat berdampak bagi kesejahteraan petani apalagi di tengah wabah Covid-19," ujarnya.

“Kami terus mendorong ekspor tidak hanya dalam bentuk kelapa bulat, tetapi juga turunannya yang sudah diolah sehingga memiliki nilai tambah yang besar dibanding hanya menjual dalam bentuk bahan baku komoditas," kata Donni Muksydayan.

Dikatakan, jika mengekspor dalam bentuk produk olahan Kelapa Parut (Dessicated coconut) selain menambah nilai jual, juga dapat menambah umur simpan sehingga produk lebih tahan lama.

(Baca Juga: BPS: Ekspor Pertanian April 2020 Tumbuh 12,66% )

Kata dia, untuk mendapatkan Kelapa Parut yang mempunyai rendemen yang tinggi dan cita rasa (Flavour) yang baik kelapa harus dipilih yang tua. Dalam pembuatan Kelapa Parut ada beberapa tahap diantaranya pembuangan sabut dan tempurung kelapa, pembuatan testa, pencucian, blanching, pemarutan, pengeringan, pengukusan, pengepressan, pengeringan kembali kemudian dilakukan penggilingan.

Secara terpisah, Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) Ali Jamil mengungkapkan, salah satu cara untuk meningkatkan nilai pertumbuhan ekspor adalah dengan mendorong ekspor produk setengah jadi dan jadi (produk turunan).

"Kita pacu ekspor sesuai semangat yang digerakkan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo dengan Gratieks. Ekspor meningkat, petani juga dapat meningkat kesejahteraannya," pungkas Jamil.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Berusia 58 Tahun, Sambu...
Berusia 58 Tahun, Sambu Group Perkuat Komitmen Keberlanjutan Ekosistem Kelapa
Mentan Bakal Setop Jual...
Mentan Bakal Setop Jual Kelapa Gelondongan, Indonesia Bisa Raup Rp2.400 Triliun per Tahun
Tingkatkan Ekspor Produk...
Tingkatkan Ekspor Produk Pertanian, Kementan Lepas Ekspor Gula Semut dari Kulon Progo
HIPKI dan APKI Tanda...
HIPKI dan APKI Tanda Tangani MoU Dukung Hilirisasi Kelapa Indonesia
Ekspor Pertanian Capai...
Ekspor Pertanian Capai Rp552,4 Triliun Menjadi Andalan Perekonomian Nasional
Sambu Group Perkuat...
Sambu Group Perkuat Hubungan dengan Petani Kelapa lewat Plant Tour 2024
Akselerasi dan Pendampingan...
Akselerasi dan Pendampingan Dinilai Penting bagi Petani Milenial
Program Kelapa Genjah...
Program Kelapa Genjah 1 Juta Batang di Solo Raya Tunjukkan Hasil Baik
Belum Miliki Tempat...
Belum Miliki Tempat Pengolahan, Sulut Tak Bisa Langsung Ekspor Sarang Burung Walet
Rekomendasi
5 Titik Aksi Demo di...
5 Titik Aksi Demo di Jakarta Hari Ini, 4.263 Personel Gabungan Dikerahkan
Data NIK Jadi Penentu,...
Data NIK Jadi Penentu, Warga Diimbau Cek Syarat Pembebasan PBB-P2
Protes Keras Penangkapan...
Protes Keras Penangkapan Roy Suryo-dr Tifa, Refly Harun: Keduanya Kooperatif Sejak Awal
Berita Terkini
Rupiah Keok Meski BI...
Rupiah Keok Meski BI Rate Naik Lagi, Dolar AS Tembus Rp17.848
KAI Logistik Angkut...
KAI Logistik Angkut 6,8 Juta Ton Barang hingga Mei 2026, Terbanyak Batu Bara
Jelang Akhir Pekan,...
Jelang Akhir Pekan, IHSG Dibuka Memerah di Level 6.161
PLN Rombak Jajaran Direksi,...
PLN Rombak Jajaran Direksi, Darmawan Masih Dirut dan Tambah Posisi Wadirut
Akuisisi Aster Jadi...
Akuisisi Aster Jadi Titik Balik Chandra Asri Group, Diversifikasi Bisnis Mulai Dongkrak Kinerja
62 Juta Barel Minyak...
62 Juta Barel Minyak dari Selat Hormuz Siap Banjiri Kilang Asia
Infografis
Jadi Kawan Israel, Maroko...
Jadi Kawan Israel, Maroko Negara Arab Pertama yang Terima F-35 AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved