Produksi Konsentrat Freeport Terancam Turun 40%

Kamis, 09 Februari 2017 - 16:47 WIB
Produksi Konsentrat...
Produksi Konsentrat Freeport Terancam Turun 40%
A A A
JAKARTA - PT Freeport Indonesia mengaku produksi konsentratnya terancam turun hingga 40% jika pemerintah tak kunjung memberikan izin ekspor konsentrat kepada mereka. Persentase 40% adalah jumlah konsentrat yang akan diserap di dalam negeri untuk smelternya di Gresik.

(Baca: Freeport Ancam PHK jika Tak Diizinkan Ekspor Konsentrat )

Juru Bicara Freeport Indonesia Riza Pratama mengungkapkan, opsi penurunan produksi diambil karena jika tidak dapat izin ekspor maka Freeport harus mengurangi beberapa biaya (cost) yang dikeluarkan.

"Ya kan tentunya nanti kalau kita tidak bisa ekspor tentu kita akan menurunkan produksi kita sampai 40%. Hanya 40% karena sesuai smelter kita. Nantinya tentu ada beberapa cost yang dikurangi dan sebagainya," kata dia di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Kamis (9/2/2017).

Bahkan, sambung Riza, produksi perseroan berpotensi turun lebih besar yaitu 60% jika dalam jangka panjang Freeport masih tidak bisa ekspor konsentrat. "‎Itu dalam waktu lama tidak terjadi apa-apa, kita bisa turun sampai 60%," imbuhnya.

Namun demikian, pihaknya masih berharap dalam waktu dekat telah memperoleh izin ekspor. Sehingga, penurunan produksi pun tidak dilakukan.

"Kita belum sampai ke arah situ (penurunan produksi). Mudah-mudahan tidak sampai kesitu," tandas Riza.

Baca juga:

Didesak Ubah Status Kontrak, Freeport Ngaku Tak Nyaman Investasi di RI

Syarat Kurang, Pemerintah Ogah Terbitkan IUPK Sementara Freeport
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Smelter Freeport di...
Smelter Freeport di Gresik Terbakar, Tim Gabungan Damkar Dikerahkan ke Lokasi
Smelter Manyar Jadi...
Smelter Manyar Jadi Titik Awal Integrasi Industri dan Lingkungan Hidup
Produksi Katoda Dimulai,...
Produksi Katoda Dimulai, Smelter PTFI Jadi Contoh Hilirisasi Pro-Rakyat
Tarif Impor AS Tak Guncang...
Tarif Impor AS Tak Guncang Smelter Nasional, Diversifikasi Ekspor Jadi Kunci Hilirisasi
PT Freeport Indonesia...
PT Freeport Indonesia Raih Pengakuan Global Esri untuk Inovasi dan Dampak Keberlanjutan
PTFI Perkuat Fondasi...
PTFI Perkuat Fondasi Ekonomi Papua Tengah, Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan lewat Investasi Jangka Panjang
Berita Terkini
Japan-ASEAN Startup...
Japan-ASEAN Startup Business Matching Fair 2026, Danamon Dukung Pertumbuhan Startup RI
22 menit yang lalu
Said Iqbal Berhasil...
Said Iqbal Berhasil Bertemu Purbaya: Sodorkan Draf Reformasi Pajak JHT, Buruh Batal Demo Besok
1 jam yang lalu
Maskapai Wajib Pakai...
Maskapai Wajib Pakai Avtur Campuran Minyak Nabati 1% Mulai 2027, Apa Efeknya ke Harga Tiket?
2 jam yang lalu
Fokus Tumbuh Berkelanjutan,...
Fokus Tumbuh Berkelanjutan, Pegadaian Perkuat Strategi Lewat Sales Town Hall 2026
3 jam yang lalu
Rebut Harta Karun Dinasti...
Rebut Harta Karun Dinasti Assad, Prancis Pulangkan Aset Rp1 Triliun ke Suriah!
3 jam yang lalu
Harga Emas Jatuh Rp14...
Harga Emas Jatuh Rp14 Ribu per Rabu 8 Juli 2026, Buyback Ambrol Rp21.000
4 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved