5 Proyek Infrastruktur di Afrika yang Menggunakan Utang China, Nomor 3 Sempat Diisukan Bakal Disita
Rabu, 23 Agustus 2023 - 07:53 WIB
loading...
A
A
A
Namun, pemerintah Zambia telah membantah klaim yang menyebut pihaknya akan menyerahkan Bandara Internasional Kenneth Kaunda ke China karena gagal memenuhi pembayaran utangnya dan mengatakan laporan tersebut tidak benar.
Pada 2015 lalu, Presiden China Xi Jinping melakukan kunjungan ke Zimbabwe untuk menyaksikan penandatangan sejumlah perjanjian ekonomi. Dari sekian banyak, salah satunya terkait perluasan pembangkit listrik tenaga panas terbesar di negara Afrika itu.
Mengutip Reuters, China Exim Bank menandatangani perjanjian untuk memberikan suntikan dana lebih dari USD1 miliar pada proyek perluasan 600 megawatt Hwange Thermal Power Station. Proyek ini juga akan digarap oleh China melalui Sinohydro Corp.
Sebelumnya, Sinohydro Corp memenangkan proyek USD1,5 miliar untuk menambah dua unit generasi di Hwange di Zimbabwe barat pada Oktober 2014. Proyek ini merupakan langkah ambisius untuk mengatasi kekurangan listrik yang melumpuhkan negara itu.
Pada 2009, China Exim Bank dan Pemerintah Mauritania menandatangani pinjaman lunak senilai RMB 2 miliar untuk mengerjakan tahap 1 proyek perluasan pelabuhan otonomi Nouakchott.
Menurut laporan AidData, utang China itu memiliki beberapa persyaratan. Di antaranya jatuh tempo 20 tahun, tingkat bunga 2%, dan masa tenggang 5 tahun.
Proyek perluasan fase 1 itu melibatkan perluasan dermaga no. 4 dan dermaga no. 5 di Pelabuhan Otonomi Nouakchott. Kemudian, ada juga pembangunan tanggul pengaman sepanjang 5 kilometer untuk melindungi pelabuhan dan kota Nouakchott.
Itulah sejumlah proyek infrastruktur di Afrika yang menggunakan utang China. Sejatinya masih sangat banyak proyek lain yang turut mendapat suntikan dana dari Beijing, hanya saja belum bisa disebutkan satu per satu.
4. Hwange Thermal Power Station (Zimbabwe)
Pada 2015 lalu, Presiden China Xi Jinping melakukan kunjungan ke Zimbabwe untuk menyaksikan penandatangan sejumlah perjanjian ekonomi. Dari sekian banyak, salah satunya terkait perluasan pembangkit listrik tenaga panas terbesar di negara Afrika itu.
Mengutip Reuters, China Exim Bank menandatangani perjanjian untuk memberikan suntikan dana lebih dari USD1 miliar pada proyek perluasan 600 megawatt Hwange Thermal Power Station. Proyek ini juga akan digarap oleh China melalui Sinohydro Corp.
Sebelumnya, Sinohydro Corp memenangkan proyek USD1,5 miliar untuk menambah dua unit generasi di Hwange di Zimbabwe barat pada Oktober 2014. Proyek ini merupakan langkah ambisius untuk mengatasi kekurangan listrik yang melumpuhkan negara itu.
5. Pelabuhan Nouakchott (Mauritania)
Pada 2009, China Exim Bank dan Pemerintah Mauritania menandatangani pinjaman lunak senilai RMB 2 miliar untuk mengerjakan tahap 1 proyek perluasan pelabuhan otonomi Nouakchott.
Menurut laporan AidData, utang China itu memiliki beberapa persyaratan. Di antaranya jatuh tempo 20 tahun, tingkat bunga 2%, dan masa tenggang 5 tahun.
Proyek perluasan fase 1 itu melibatkan perluasan dermaga no. 4 dan dermaga no. 5 di Pelabuhan Otonomi Nouakchott. Kemudian, ada juga pembangunan tanggul pengaman sepanjang 5 kilometer untuk melindungi pelabuhan dan kota Nouakchott.
Itulah sejumlah proyek infrastruktur di Afrika yang menggunakan utang China. Sejatinya masih sangat banyak proyek lain yang turut mendapat suntikan dana dari Beijing, hanya saja belum bisa disebutkan satu per satu.
(okt)
Lihat Juga :