Eropa Gunakan Isu Deforestasi untuk Kendalikan Harga Sawit
Kamis, 24 Agustus 2023 - 07:29 WIB
loading...
Workshop wartawan dan Gapki (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia), di Lembang, Bandung Barat, Rabu (23/8/2023). Foto/Hendri Irawan
A
A
A
BANDUNG - Selain tata kelola, penguasaan pasar keuangan yang mapan juga sangat menentukan prospek dan masa depan industri kelapa sawit Indonesia. Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI) Eugenia Mardanugraha mengatakan, masa depan industri sawit Indonesia ditentukan oleh siapa yang mengendalikan harga sawit internasional.
Karena itu, ia tak heran dengan EU Deforestation Regulation (EUDR) atau UU Anti Deforestasi yang dikeluarkan Uni Eropa. Menurutnya, regulasi yang mencegah impor produk-produk pertanian dan hutan terkait deforestasi ilegal tersebut tak lebih dari sekadar upaya Eropa menghambat kemajuan industri Indonesia. Termasuk, industri kelapa sawit.
Baca Juga: Gapki: SK Pelepasan Kawasan Hutan Perusahaan Sawit yang Kantongi HGU Seharusnya Sudah Final
“Dengan regulasi itu mereka berupaya mengendalikan harga sawit internasional,” kata Eugenia dalam Workshop Wartawan Gapki (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia), di Lembang, Bandung Barat, Rabu (23/8/2023).
Eugenia berujar, upaya membangun industri sawit tidak cukup hanya dengan mengendalikan pasokan saja. Maka itu Indonesia harus menguasai pasar keuangan sawit yang mapan dan mendukung iklim usaha industri sawit hingga dapat mengalahkan Belanda dan Malaysia.
Karena itu, ia tak heran dengan EU Deforestation Regulation (EUDR) atau UU Anti Deforestasi yang dikeluarkan Uni Eropa. Menurutnya, regulasi yang mencegah impor produk-produk pertanian dan hutan terkait deforestasi ilegal tersebut tak lebih dari sekadar upaya Eropa menghambat kemajuan industri Indonesia. Termasuk, industri kelapa sawit.
Baca Juga: Gapki: SK Pelepasan Kawasan Hutan Perusahaan Sawit yang Kantongi HGU Seharusnya Sudah Final
“Dengan regulasi itu mereka berupaya mengendalikan harga sawit internasional,” kata Eugenia dalam Workshop Wartawan Gapki (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia), di Lembang, Bandung Barat, Rabu (23/8/2023).
Eugenia berujar, upaya membangun industri sawit tidak cukup hanya dengan mengendalikan pasokan saja. Maka itu Indonesia harus menguasai pasar keuangan sawit yang mapan dan mendukung iklim usaha industri sawit hingga dapat mengalahkan Belanda dan Malaysia.
Lihat Juga :