Dorong UMKM Naik Kelas, Wilmar Aktif Lakukan Pendampingan
Jum'at, 25 Agustus 2023 - 13:16 WIB
loading...
Anggota Forum UMKM Nagari Salareh Aia, mitra PT AMP Plantation (Wilmar Group) memperlihatkan berbagai produknya. Foto/Dok. SINDOnews
A
A
A
AGAM - Usaha mikro kecil dan menengah ( UMKM ) terbukti mampu menggerakkan ekonomi kerakyatan . Sayangnya dalam hal pemasaran mereka masih kalah bersaing sehingga perlu uluran tangan agar dapat naik kelas.
Ketua Forum UMKM Nagari Salareh Aia di Desa Tapian Kandis, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar) Yesi Herika mengatakan, pemasaran merupakan salah satu kendala terbesar akibat keterbatasan modal. Untuk itu, Wali Nagari Salareh Aia menggandeng PT AMP Plantation ( Wilmar Group ) membentuk forum UMKM guna mewadahi para pelaku usaha, yang saat itu masih berjalan sendiri-sendiri.
Perusahaan sawit tersebut menawarkan pendampingan untuk memperluas akses pasar yaitu dengan menjual produk mereka di area perusahaan. Selain itu, perusahaan juga memberikan bantuan peralatan produksi dan bahan baku.
“Kami sangat terbantu. Kalau dulu kami pakai peralatan seadanya, sekarang sudah lebih modern,” kata Yesi dalam siaran pers, Jumat (25/8/2023). Baca juga: Dorong UMKM Go Global, BUMN Perkuat Pembiayaan dan Pendampingan untuk Enterpreneur Milenial
Forum UMKM Nagari Salareh Aia memiliki anggota aktif 20 orang. Mereka memproduksi aneka produk makanan, seperti bolu, telur asin, rendang, ketela balado, keripik, kue basah, serundeng ubi, brownies dan kerajinan tangan. Forum UMKM itu mengantongi omzet hingga Rp12 juta per bulan.
Ketua Forum UMKM Nagari Salareh Aia di Desa Tapian Kandis, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar) Yesi Herika mengatakan, pemasaran merupakan salah satu kendala terbesar akibat keterbatasan modal. Untuk itu, Wali Nagari Salareh Aia menggandeng PT AMP Plantation ( Wilmar Group ) membentuk forum UMKM guna mewadahi para pelaku usaha, yang saat itu masih berjalan sendiri-sendiri.
Perusahaan sawit tersebut menawarkan pendampingan untuk memperluas akses pasar yaitu dengan menjual produk mereka di area perusahaan. Selain itu, perusahaan juga memberikan bantuan peralatan produksi dan bahan baku.
“Kami sangat terbantu. Kalau dulu kami pakai peralatan seadanya, sekarang sudah lebih modern,” kata Yesi dalam siaran pers, Jumat (25/8/2023). Baca juga: Dorong UMKM Go Global, BUMN Perkuat Pembiayaan dan Pendampingan untuk Enterpreneur Milenial
Forum UMKM Nagari Salareh Aia memiliki anggota aktif 20 orang. Mereka memproduksi aneka produk makanan, seperti bolu, telur asin, rendang, ketela balado, keripik, kue basah, serundeng ubi, brownies dan kerajinan tangan. Forum UMKM itu mengantongi omzet hingga Rp12 juta per bulan.
Lihat Juga :