Sanksi Barat ke Moskow Tumpul, Rusia Makin Kaya di Tengah Perang Ukraina
Minggu, 27 Agustus 2023 - 15:54 WIB
loading...
A
A
A
Uni Eropa meluncurkan 11 putaran sanksi terhadap Rusia sejak Moskow menginvasi Ukraina pada 24 Februari 2022, untuk menekan Kremlin agar mengakhiri perang. Ditambah Amerika Serikat atau AS juga telah memberlakukan sanksi besar-besaran terhadap Rusia.
Namun, ekonomi Rusia saat perang tampaknya sedang booming karena Kremlin telah meningkatkan produksi peralatan militer dan menaikkan pensiun, gaji, dan tunjangan lainnya bagi orang-orang yang tidak mampu, di antara kucuran subsidi lainnya.
Berdasarkan laporan Kekayaan Global bank Swiss UBS 2023 juga menunjukkan Rusia menjadi lebih kaya tahun lalu. Sementara AS dan Eropa kehilangan triliunan dolar terkait kekayaan pribadi.
Ketahanan ekonomi Rusia membuat bingung para ekonom yang sebelumnya memperkirakan kejatuhan ekonomi Kremlin setelah gelombang sanksi yang belum pernah terjadi sepanjang sejarah. Meski begitu beberapa di antaranya memprediksi peningkatan pengeluaran negara bisa memicu bubble tidak berkelanjutan dalam jangka panjang.
"Logika demokrasi tidak bekerja dalam otokrasi," kata Baerbock kepada Lamby dalam wawancara.
Jumlah miliarder Rusia juga bertambah sekitar 56.000 menjadi 408.000 pada tahun 2022, sementara jumlah individu dengan kekayaan bersih sangat tinggi -orang yang bernilai lebih dari USD50 juta - melonjak hampir 4.500.
Namun, ekonomi Rusia saat perang tampaknya sedang booming karena Kremlin telah meningkatkan produksi peralatan militer dan menaikkan pensiun, gaji, dan tunjangan lainnya bagi orang-orang yang tidak mampu, di antara kucuran subsidi lainnya.
Berdasarkan laporan Kekayaan Global bank Swiss UBS 2023 juga menunjukkan Rusia menjadi lebih kaya tahun lalu. Sementara AS dan Eropa kehilangan triliunan dolar terkait kekayaan pribadi.
Ketahanan ekonomi Rusia membuat bingung para ekonom yang sebelumnya memperkirakan kejatuhan ekonomi Kremlin setelah gelombang sanksi yang belum pernah terjadi sepanjang sejarah. Meski begitu beberapa di antaranya memprediksi peningkatan pengeluaran negara bisa memicu bubble tidak berkelanjutan dalam jangka panjang.
"Logika demokrasi tidak bekerja dalam otokrasi," kata Baerbock kepada Lamby dalam wawancara.
Rusia Makin Kaya di Tengah Perang Ukraina
Rusia menjadi lebih kaya tahun lalu bahkan ketika perang di Ukraina berkecamuk, sementara AS dan Eropa kehilangan triliunan dolar, seperti dilaporkan UBS. Dalam Laporan Kekayaan Global tahunan bank asal Swiss tersebut, kekayaan Rusia bertambah USD600 miliar.Jumlah miliarder Rusia juga bertambah sekitar 56.000 menjadi 408.000 pada tahun 2022, sementara jumlah individu dengan kekayaan bersih sangat tinggi -orang yang bernilai lebih dari USD50 juta - melonjak hampir 4.500.
Lihat Juga :