Sanksi Barat ke Moskow Tumpul, Rusia Makin Kaya di Tengah Perang Ukraina
Minggu, 27 Agustus 2023 - 15:54 WIB
loading...
Sanksi ekonomi terhadap Rusia atas invasinya ke Ukraina dinilai tidak berhasil. Rusia menjadi lebih kaya tahun lalu bahkan ketika perang di Ukraina berkecamuk, sementara AS dan Eropa kehilangan triliunan dolar. Foto/Dok Reuters
A
A
A
BERLIN - Sanksi ekonomi terhadap Rusia atas invasinya ke Ukraina dinilai tidak berhasil dan belum berjalan sesuai yang diinginkan. Ketidakefektifan sanksi terhadap Rusia membuat kecewa Menteri Luar Negeri Jerman, Annalena Baerbock.
Baca Juga: Bank Sentral: Depresiasi Rubel Tak Ganggu Stabilitas Ekonomi Rusia
Belum lama ini, Ia mengakui bahwa sanksi ekonomi terhadap Rusia belum mencapai dampak yang diinginkan. Seperti diketahui Eropa didukung oleh sekutunya telah menjatuhkan beragam sanksi terhadap Moskow sebagai respons atas perang Rusia Ukraina .
"Sanksi ekonomi harus memiliki dampak ekonomi. Tapi bukan itu masalahnya," kata Baerbock dalam sebuah wawancara untuk bukunya "Emergency: Governing in Times of War" yang dirilis pada hari Kamis, menurut AFP.
Baca Juga: Perang Hampir 18 Bulan, Ini Alasan Ekonomi Rusia Tetap Tangguh
"Kami telah belajar bahwa dengan keputusan rasional, langkah-langkah rasional, yang disepakati antara pemerintah beradab, tidak mungkin untuk mengakhiri perang ini," tambahnya dalam wawancara pada 10 Juli.
Baca Juga: Bank Sentral: Depresiasi Rubel Tak Ganggu Stabilitas Ekonomi Rusia
Belum lama ini, Ia mengakui bahwa sanksi ekonomi terhadap Rusia belum mencapai dampak yang diinginkan. Seperti diketahui Eropa didukung oleh sekutunya telah menjatuhkan beragam sanksi terhadap Moskow sebagai respons atas perang Rusia Ukraina .
"Sanksi ekonomi harus memiliki dampak ekonomi. Tapi bukan itu masalahnya," kata Baerbock dalam sebuah wawancara untuk bukunya "Emergency: Governing in Times of War" yang dirilis pada hari Kamis, menurut AFP.
Baca Juga: Perang Hampir 18 Bulan, Ini Alasan Ekonomi Rusia Tetap Tangguh
"Kami telah belajar bahwa dengan keputusan rasional, langkah-langkah rasional, yang disepakati antara pemerintah beradab, tidak mungkin untuk mengakhiri perang ini," tambahnya dalam wawancara pada 10 Juli.
Lihat Juga :