Tak Gabung dengan BRICS, Indonesia Takut Dicap Anti-Barat?
Senin, 28 Agustus 2023 - 14:40 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: BRICS dan Kepentingan Indonesia
"Indonesia sudah punya hubungan dengan China dan Rusia yang kini menjadi sasaran boikot internasional, jadi tidak ada manfaat (baru) di sana," ujarnya. "Sementara, Afrika Selatan sedang menghadapi krisis keuangan dan Indonesia juga dapat bekerja sama secara langsung dengan negara lain seperti India."
Di bawah Presiden Jokowi, Indonesia telah menetapkan target pembangunan yang ambisius, termasuk merelokasi ibu kota ke Kalimantan Timur dan membangun kapasitas untuk mengolah komoditas menjadi produk jadi di dalam negeri, yang merupakan landasan upaya Jakarta untuk mencapai produk domestik bruto (PDB) per kapita sebesar USD25.000 pada 2045.
Dharmaputra mengatakan, Indonesia mengincar kelompok global lain yang menawarkan manfaat lebih nyata di bidang perdagangan, seperti Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD), yang beranggotakan 38 negara. "Indonesia ingin bergabung dengan OECD dan bergabung dengan BRICS akan dianggap sebagai hambatan untuk mencapainya," ujarnya.
Sulaiman mengatakan upaya BRICS untuk menantang dominasi dolar AS kemungkinan besar juga akan dianggap tidak menarik bagi Indonesia. "Ini adalah keputusan yang sangat rasional," katanya. "Semuanya akan sama apakah kita bergabung atau tidak."
"Indonesia sudah punya hubungan dengan China dan Rusia yang kini menjadi sasaran boikot internasional, jadi tidak ada manfaat (baru) di sana," ujarnya. "Sementara, Afrika Selatan sedang menghadapi krisis keuangan dan Indonesia juga dapat bekerja sama secara langsung dengan negara lain seperti India."
Di bawah Presiden Jokowi, Indonesia telah menetapkan target pembangunan yang ambisius, termasuk merelokasi ibu kota ke Kalimantan Timur dan membangun kapasitas untuk mengolah komoditas menjadi produk jadi di dalam negeri, yang merupakan landasan upaya Jakarta untuk mencapai produk domestik bruto (PDB) per kapita sebesar USD25.000 pada 2045.
Dharmaputra mengatakan, Indonesia mengincar kelompok global lain yang menawarkan manfaat lebih nyata di bidang perdagangan, seperti Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD), yang beranggotakan 38 negara. "Indonesia ingin bergabung dengan OECD dan bergabung dengan BRICS akan dianggap sebagai hambatan untuk mencapainya," ujarnya.
Sulaiman mengatakan upaya BRICS untuk menantang dominasi dolar AS kemungkinan besar juga akan dianggap tidak menarik bagi Indonesia. "Ini adalah keputusan yang sangat rasional," katanya. "Semuanya akan sama apakah kita bergabung atau tidak."
(fjo)
Lihat Juga :