Potensi Gagal Bayar Bumiputera Rp9,6 Triliun, Nasabah Datangi DPR
Jum'at, 31 Juli 2020 - 09:15 WIB
loading...
A
A
A
Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati mengatakan, total ada lima juta nasabah Bumiputera di seluruh Indonesia dengan rata-rata produk asuransi pendidikan dengan durasi sekitar 17 tahun. Nilai polis yang berpotensi gagal bayarnya mencapai Rp9,6 triliun.
"Ada salah kelola sehingga mismatch dan gagal bayarnya hingga Rp9,6 triliun. Kewajiban saya memperjuangkan aspirasi yang disampaikan pada hari ini. Saya akan teruskan ke pimpinan Komisi XI DPR dan berikutnya akan ada pertemuan pemegang polis, manajemen Bumiputera, dan pihak BPA. Saya bersama pemegang polis," ujar Anis.
Menurutnya, para nasabah membangun mimpi dengan membeli asuransi selama 17 tahun untuk biaya kuliah anak-anaknya di kampus terbaik. Mereka hanya menuntut hak dan keadilan karena itu uang mereka sendiri, bukan uang orang lain, dan untuk biaya sekolah.
"Saya harap ada itikad baik dari direksi dan pihak BPA. Kami juga minta regulator, yaitu OJK agar lebih aktif lagi memikirkan pemegang polis ini. Jadi, ada jalan keluarnya," terangnya.
Sebagai anggota Komisi XI, lanjut Anis, pihaknya akan mendorong agar masalah gagal bayar ini tidak terkatung-katung lagi. Dirinya akan mendesak pihak-pihak terkait untuk membahas upaya-upaya penyelamatan dana pemegang polis Bumiputera.
"Ada salah kelola sehingga mismatch dan gagal bayarnya hingga Rp9,6 triliun. Kewajiban saya memperjuangkan aspirasi yang disampaikan pada hari ini. Saya akan teruskan ke pimpinan Komisi XI DPR dan berikutnya akan ada pertemuan pemegang polis, manajemen Bumiputera, dan pihak BPA. Saya bersama pemegang polis," ujar Anis.
Menurutnya, para nasabah membangun mimpi dengan membeli asuransi selama 17 tahun untuk biaya kuliah anak-anaknya di kampus terbaik. Mereka hanya menuntut hak dan keadilan karena itu uang mereka sendiri, bukan uang orang lain, dan untuk biaya sekolah.
"Saya harap ada itikad baik dari direksi dan pihak BPA. Kami juga minta regulator, yaitu OJK agar lebih aktif lagi memikirkan pemegang polis ini. Jadi, ada jalan keluarnya," terangnya.
Sebagai anggota Komisi XI, lanjut Anis, pihaknya akan mendorong agar masalah gagal bayar ini tidak terkatung-katung lagi. Dirinya akan mendesak pihak-pihak terkait untuk membahas upaya-upaya penyelamatan dana pemegang polis Bumiputera.
(uka)
Lihat Juga :