Dari Kios Sempit, Perusahaan GPS Ini Menggapai Tower Berlantai 8
Minggu, 03 September 2023 - 12:16 WIB
loading...
A
A
A
Hasilnya tak mengecewakan. Perlahan tapi pasti, pasar menerima kehadiran Fox Logger yang kini dinaungi PT Sumber Energi Makmur. Akhirnya mereka pindah lokasi usaha ke rumah petak seukuran 30 m2 dan selanjutnya menempati ruko 3 lantai dan memperkerjakan karyawan hingga 25 orang.
Sekalipun merintis dari bawah, Alam sejatinya tidak berangkat dari titik nol sama sekali, terutama dari sisi etos kerja. Sebab, di balik keberhasilan yang diraihnya, terdapat perjalanan berliku yang dilalui, yang menjadi bekalnya sewaktu merintis bisnis.
Sebelum mendirikan Fox Logger, pria kelahiran Jakarta, 8 Desember 1987 itu adalah seorang salesman keliling salah satu distributor GPS di Jakarta. Dia keluar masuk pasar-pasar mobil dan toko-toko suku cadang otomotif di seantero ibu kota. Itulah pekerjaannya sehari-hari yang dilakoninya sejak menginjak usia 20 tahun.
Ketertarikannya terhadap dunia entrepreneurship mendorongnya memberanikan diri melangkah lebih jauh dengan mendirikan perusahaan sendiri. Berbekal pengalamannya menjadi distributor GPS, dia mengetahui ceruk pasar GPS tracker yang belum disentuh para pemain, kebutuhan user, jejaring pasar, hubungan dengan prinsipal, hingga manajemen stok.
“Selama menjadi salesman saya memahami dengan baik lika-liku bisnis ini,” kata Alam.
Alam bersama Darren menjadi entrepreneur yang profesional dan tahan banting. Mereka tak pernah lelah mengetuk pintu pemerintah daerah serta kalangan perusahaan, mulai dari yang bergerak di leasing, transportasi, sampai logistik, menawarkan produk.
Sekalipun merintis dari bawah, Alam sejatinya tidak berangkat dari titik nol sama sekali, terutama dari sisi etos kerja. Sebab, di balik keberhasilan yang diraihnya, terdapat perjalanan berliku yang dilalui, yang menjadi bekalnya sewaktu merintis bisnis.
Sebelum mendirikan Fox Logger, pria kelahiran Jakarta, 8 Desember 1987 itu adalah seorang salesman keliling salah satu distributor GPS di Jakarta. Dia keluar masuk pasar-pasar mobil dan toko-toko suku cadang otomotif di seantero ibu kota. Itulah pekerjaannya sehari-hari yang dilakoninya sejak menginjak usia 20 tahun.
Ketertarikannya terhadap dunia entrepreneurship mendorongnya memberanikan diri melangkah lebih jauh dengan mendirikan perusahaan sendiri. Berbekal pengalamannya menjadi distributor GPS, dia mengetahui ceruk pasar GPS tracker yang belum disentuh para pemain, kebutuhan user, jejaring pasar, hubungan dengan prinsipal, hingga manajemen stok.
“Selama menjadi salesman saya memahami dengan baik lika-liku bisnis ini,” kata Alam.
Alam bersama Darren menjadi entrepreneur yang profesional dan tahan banting. Mereka tak pernah lelah mengetuk pintu pemerintah daerah serta kalangan perusahaan, mulai dari yang bergerak di leasing, transportasi, sampai logistik, menawarkan produk.
Lihat Juga :