Jejak Arsjad Rasjid, Ketua Kadin yang Ditunjuk Jadi Ketua Tim Pemenangan Ganjar
Selasa, 05 September 2023 - 08:57 WIB
loading...
A
A
A
Pada 2012, ia menyelesaikan program Executive Education Global Leadership and Public Policy for the 21st Century di Harvard Kennedy School, Amerika Serikat. Lalu, ia juga menyelesaikan program Insights Into Politics and Public Policy in Asia untuk Para Pemimpin Global di Lee Kuan Yew School of Public Policy, Singapura.
Sementara itu karir pria yang kini berusia 53 tahun itu dikenal lewat PT Indika Energy Tbk, dimana Arsjad menjabat sebagai direktur utama perusahaan investasi yang berfokus pada pengembangan dan eksploitasi sumber daya alam, infrastruktur, dan berbagai sektor industri strategis lainnya itu sejak tahun 2005.
Di bawah kepemimpinannya, PT Indika Energy berhasil mengembangkan berbagai proyek strategis dan ekspansi bisnis, serta mengoptimalkan pengelolaan sumber daya perusahaan. Arsjad berhasil membesarkan aset PT Indika Energy Tbk sekitar tujuh kali lipat dari Rp 2,78 triliun menjadi Rp 18,28 triliun dalam jangka waktu 6 tahun yaitu pada periode tahun 2005 – 2011 melalui strategi akuisisi.
Arsjad memimpin Indika Energy Group dengan lebih dari 10.000 karyawan untuk melakukan turnaround dari kinerja perusahaan yang menurun karena yang terkena dampak dari penurunan harga batubara antara tahun 2013 hingga 2016. Hingga akhirnya, perusahaan berhasil berbalik positif.
Untuk tahun 2022, Indika Energy melaporkan laba bersih sebesar USD452,7 juta dan laba inti USD521,2 juta pada tahun 2022. Indika Energy juga meningkatkan komitmennya terhadap Environmental, Social, and Governance (ESG) dan memperkuat diversifikasi usaha di sektor non-batubara di tengah meningkatnya permintaan dan harga jual batubara global.
Pendapatan perusahaan meningkat sebesar 41,2% menjadi USD4.334,9 juta pada 2022, terutama karena harga jual batubara yang lebih tinggi. Selain berkecimpung dalam sektor energi, Arsjad Rasjid juga berperan penting di kancah bisnis nasional.
Sementara itu karir pria yang kini berusia 53 tahun itu dikenal lewat PT Indika Energy Tbk, dimana Arsjad menjabat sebagai direktur utama perusahaan investasi yang berfokus pada pengembangan dan eksploitasi sumber daya alam, infrastruktur, dan berbagai sektor industri strategis lainnya itu sejak tahun 2005.
Di bawah kepemimpinannya, PT Indika Energy berhasil mengembangkan berbagai proyek strategis dan ekspansi bisnis, serta mengoptimalkan pengelolaan sumber daya perusahaan. Arsjad berhasil membesarkan aset PT Indika Energy Tbk sekitar tujuh kali lipat dari Rp 2,78 triliun menjadi Rp 18,28 triliun dalam jangka waktu 6 tahun yaitu pada periode tahun 2005 – 2011 melalui strategi akuisisi.
Arsjad memimpin Indika Energy Group dengan lebih dari 10.000 karyawan untuk melakukan turnaround dari kinerja perusahaan yang menurun karena yang terkena dampak dari penurunan harga batubara antara tahun 2013 hingga 2016. Hingga akhirnya, perusahaan berhasil berbalik positif.
Untuk tahun 2022, Indika Energy melaporkan laba bersih sebesar USD452,7 juta dan laba inti USD521,2 juta pada tahun 2022. Indika Energy juga meningkatkan komitmennya terhadap Environmental, Social, and Governance (ESG) dan memperkuat diversifikasi usaha di sektor non-batubara di tengah meningkatnya permintaan dan harga jual batubara global.
Pendapatan perusahaan meningkat sebesar 41,2% menjadi USD4.334,9 juta pada 2022, terutama karena harga jual batubara yang lebih tinggi. Selain berkecimpung dalam sektor energi, Arsjad Rasjid juga berperan penting di kancah bisnis nasional.
Lihat Juga :