alexametrics

BRI Ambil Peran Dalam Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional

loading...
BRI Ambil Peran Dalam Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional
Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mengambil peran dalam upaya percepatan pemulihan ekonomi nasional. Sebagai bank yang memiliki fokus terhadap pemberdayaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), BRI secara konsisten melakukan upaya penyelamatan dan membangkitkan UMKM akibat dampak dari pandemi Covid-19.

Direktur Utama BRI Sunarso menjelaskan, sejak awal pandemi terjadi, BRI memfokuskan diri untuk membantu pelaku UMKM karena UMKM merupakan tulang punggung perekonomian nasional.

“Upaya pertama yang dilakukan BRI yakni dengan gencar melakukan restrukturisasi pinjaman. Hingga saat ini BRI telah melakukan restrukturisasi pinjaman senilai Rp179,17 triliun kepada 2,88 juta pelaku UMKM,” ujar Sunarso dalam keterangan tertulisnya yang diterima Jumat (31/7/2020). (Baca juga:Hanya 3,5 Bulan, Nilai Restrukturisasi Kredit Bank Pelat Merah Capai Rp441 T)

Upaya lain yang dilakukan perseroan adalah memastikan para pelaku UMKM tetap mampu melakukan aktivitas ekonominya dengan memberikan tambahan modal usaha. Dalam satu bulan BRI mampu menyalurkan pinjaman yang berasal dari penempatan dana PEN dua kali lipat, yakni sebesar Rp 24,94 triliun kepada lebih dari 583 ribu pelaku UMKM.



"Ini sesuai janji kami. BRI menargetkan untuk meleverage pinjaman sebesar Rp30 triliun dalam tiga bulan. Upaya ini untuk mengungkit kembali kemampuan ekonomi UMKM sehingga roda ekonomi terus berputar,” imbuh Sunarso.

Pada saat bersamaan BRI juga menyalurkan stimulus tambahan subsidi bunga sebesar Rp752,1 miliar kepada 5,25 juta rekening pinjaman KUR dan non-KUR. Hal ini dilakukan BRI untuk meringankan beban para pelaku UMKM.



“Secara aktif kami berkoordinasi dengan Kemenkeu dan Kemenkop UKM untuk mempercepat penyaluran subsidi bunga ini,” urainya.
(uka)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top