Nikel Indonesia Didiskriminasi oleh Amerika, Begini Kata Luhut

Kamis, 07 September 2023 - 15:39 WIB
loading...
Nikel Indonesia Didiskriminasi...
Menko Luhut B. Pandjaitan beri penjelasan soal dampak kebijakan AS terhadap nikel Indonesia. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan buka suara soal kebijakan pengurangan inflasi atau Inflation Reduction Act (IRA) yang diterbitkan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden. Kebijakan tersebut digadang-gadang akan menghambat langkah Indonesia menjadi pemain utama rantai pasok kendaraan listrik di pasar global karena nikel di dalam negeri belum masuk dalam kreteria IRA.

Baca juga: Terus Meluas, Luhut Sebut RI Berencana Hilirisasi Pasir Silika

Di dalam IRA memuat pemberian insentif dan subsidi terkait dengan energi hijau. Namun nikel dari Indonesia tidak masuk ke dalam UU IRA tersebut.

Atas kebijakan yang dinilai diskriminatif tersebut, Luhut mengatakan, pemerintah sudah melakukan upaya negosiasi dengan otoritas Amerika. Langkah ini sekaligus mengamankan pasar ekspor komponen baterai kendaraan listrik berbasis nikel.

Luhut menegaskan, Pemerintah Indonesia sudah melakukan diskusi mendalam dengan Menteri Perdagangan AS hingga Perwakilan Dagang atau United States Trade Representative (USTR) AS.

"Untuk IRA, kami melakukan diskusi yang sangat mendalam dengan pihak (AS). Saya pergi ke AS, Gedung Putih, malam itu ketika kami berdiskusi dengan Menteri Perdagangan AS, Sekretaris USTR, dengan baik, saya mengawasi semua pejabat pemerintah," ujar Luhut saat konferensi pers, Indonesia Sustainability Forum 2023 di Park Hyatt, Jakarta Pusat, Kamis (7/9/2023).

Meski mengklaim diskusi berjalan lancar, Luhut enggan merinci hasil negosiasi dengan otoritas AS perihal usulan atau rekomendasi Indonesia terkait Inflation Reduction Act.

Hanya saja dari pertemuan tersebut, pihak Amerika mulai memahami jika ekspor nikel dalam negeri ke kawasan non-Amerika juga menguntungkan bagi Indonesia. Sebelumnya, AS menolak hal tersebut.

Baca juga: Cak Imin Penuhi Panggilan KPK sebagai Saksi Dugaan Korupsi di Kemnaker

"AS tidak mengizinkan mereka mengekspor sebagian material kami. Kemudian, mereka juga mendapat masalah lho, untuk membangun pekerjaan yang menggandakan produksi EV. Jadi mereka memahaminya, kami sangat senang juga harus melakukan yang ini, karena bermanfaat bagi manfaat alam, juga oleh AS karena mereka mengirimkan barang yang sangat bagus untuk dilihat," kata dia.

(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Tsingshan Dorong Kolaborasi...
Tsingshan Dorong Kolaborasi Hilirisasi Nikel Ramah Lingkungan di Indonesia
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Trump Telah Teken Nota...
Trump Telah Teken Nota Kesepahaman AS-Iran, Ini Rincian 14 Poinnya
Rekomendasi
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
BMKG: Indonesia Bagian...
BMKG: Indonesia Bagian Selatan Makin Kering, Musim Kemarau Meluas
Portugal Mentok, Ronaldo...
Portugal Mentok, Ronaldo Dicap Egois!
Berita Terkini
Penunjukan Luke Thomas...
Penunjukan Luke Thomas Dinilai Mencerminkan Meritokrasi di DSI
Bukan Rp16.250, Harga...
Bukan Rp16.250, Harga Asli Pertamax Seharusnya Rp20.200 per Liter
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved