Apple Kehilangan Rp3.057 Triliun dalam 2 Hari Usai Pejabat China Dilarang Pakai iPhone

Jum'at, 08 September 2023 - 13:18 WIB
loading...
Apple Kehilangan Rp3.057...
Saham Apple ambles selama dua hari beruntun setelah ada laporan bahwa pekerja pemerintah China telah dilarang menggunakan iPhone. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Saham Apple ambles selama dua hari beruntun setelah ada laporan bahwa pekerja pemerintah China telah dilarang menggunakan iPhone. Nilai perusahaan di pasar saham juga turun lebih dari 6%, atau hampir USD200 miliar atau setara Rp3.057 triliun (Kurs Rp15.288 per USD) dalam dua hari terakhir.

Baca Juga: China Larang PNS Pakai iPhone, Wall Street Berakhir Merana

China merupakan pasar terbesar ketiga raksasa teknologi itu, terhitung mencapai 18% dari total pendapatannya tahun lalu. Ini juga tempat sebagian besar produk Apple diproduksi oleh pemasok terbesarnya Foxconn.

Baca Juga: Gokil! Dikebiri AS dan Sekutunya, China Guyur Rp600 Triliun untuk Bangun Industri Chip

The Wall Street Journal melaporkan kemarin, bahwa Beijing telah memerintahkan pejabat lembaga pemerintah pusat untuk tidak membawa iPhone ke kantor atau menggunakannya untuk bekerja. Keesokan harinya, Bloomberg News melaporkan bahwa larangan itu juga dapat dikenakan pada pekerja di perusahaan milik negara dan lembaga yang didukung pemerintah.

Laporan itu muncul menjelang peluncuran iPhone 15, yang diperkirakan akan berlangsung pada 12 September 2023, mendatang. Belum ada pernyataan resmi dari pemerintah China dalam menanggapi laporan tersebut.

Apple memiliki valuasi pasar saham tertinggi di dunia, dimana mendekati USD2,8 triliun. Dilansir BBC, pihak Apple juga belum memberikan pernyataan terkait kabar larangan China tersebut.

Kabar ini juga mencuat ketika ketegangan antara Washington dan Beijing tetap tinggi. Tahun ini, Washington, bersama dengan sekutunya Jepang dan Belanda, membatasi akses China ke beberapa teknologi chip. Kemudian China membalas dengan membatasi ekspor dua bahan utama industri semikonduktor.

Beijing juga dilaporkan sedang mempersiapkan dana investasi baru senilai USD40 miliar untuk meningkatkan industri pembuatan chipnya. Pekan lalu, selama kunjungan Menteri Perdagangan AS, Gina Raimondo ke Beijing, raksasa teknologi China Huawei secara tak terduga meluncurkan smartphone Mate 60 Pro-nya.

Perusahaan riset teknologi yang berbasis di Kanada, TechInsights mengatakan, ponsel itu berisi prosesor 5G Kirin 9000s baru, yang dikembangkan untuk Huawei oleh pembuat chip kontrak terbesar China SMIC.

Analis TechInsights Dan Hutchenson mengatakan itu "menunjukkan kemajuan teknis yang dapat dibuat oleh industri semikonduktor China". Ini adalah "terobosan teknologi besar untuk China," kata perusahaan investasi Jefferies dalam sebuah catatan penelitian.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
iPhone XS Mantan Kepala...
iPhone XS Mantan Kepala Dinas Perizinan Jogja Dilelang KPK: Laku Rp34 Juta, tapi Belum Dilunasi Pemenang Lelang
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Apple Setuju Berkolaborasi...
Apple Setuju Berkolaborasi dengan Intel untuk Merancang dan Memproduksi Chip
Rekomendasi
Adhyaksa FC Pindah Homebase...
Adhyaksa FC Pindah Homebase ke Kalimantan Tengah, Buka Peluang Ganti Nama Jadi Kalteng FC
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Panji Bangsa Tegaskan...
Panji Bangsa Tegaskan Politik Kemanusiaan, Rayakan Harlah dengan Santuni Ratusan Yatim
Berita Terkini
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
Perkuat Layanan Digital...
Perkuat Layanan Digital melalui Care+, LGI Hadirkan Fitur Wellness
Pasokan Seret Batu Bara...
Pasokan Seret Batu Bara Picu Pemadaman Listrik, Legislator Soroti Lambannya Persetujuan RKAB
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
Dorong Ekonomi Desa...
Dorong Ekonomi Desa Binaan, Program Genera-Z Berbakti BCA Siap Masuki Fase Implementasi
Insentif Motor Listrik...
Insentif Motor Listrik Ditunda Satu Bulan, Menko Airlangga: Masih Dikaji
Infografis
10 Miliarder Paling...
10 Miliarder Paling Boncos di 100 Hari Trump, Elon Musk Kehilangan Rp727 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved