alexametrics

Bukan Lip Service, Ini Jajaran Bos BUMN Milenial Pilihan Erick Thohir

loading...
Bukan Lip Service, Ini Jajaran Bos BUMN Milenial Pilihan Erick Thohir
Menteri BUMN Erick Thohir. Foto/Dok SINDOphoto/Yulianto
A+ A-
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebut bahwa direksi dan komisaris perusahaan plat merah harus diisi 5% generasi milenial. Dia mengatakan hal itu itu bukan sebagai lip service "manis di mulut" saja.

Bahkan, Erick menargetkan realisasi 5% manajemen BUMN diisi kaum milenial akan dilakukan secara bertahap hingga target itu terpenuhi. "Kami di jajaran BUMN tidak segan-segan ya. Sudah komit bahwa secara bertahap ke depan jumlah komisaris direksi yang ada di BUMN termasuk level manajernya minimum 5% dan ini kita harapkan bukan hanya sebagai lip service pagi sebagai komitmen," ujar Erick dalam acara puncak inagurasi Milenial Innovation Summit 2020 di Jakarta, dikutip Sabtu (1/8/2020). (Baca: Milenial Jadi Andalan Erick Thohir Ubah 'Wajah' BUMN)

Langkah Erick mendorong milenial untuk mengisi posisi strategis di BUMN bukan tanpa alasan. Menurut dia, milenial digadang-gadang mampu berperan sebagai agen penggerak dan perubahan bagi BUMN.

Dengan begitu perusahaan plat merah mampu bersaing dalam ekosistem pasar baik nasional dan global yang sangat kompetitif. Lantas, siapa saja sosok milenial pilihan Erick Thohir yang sudah menduduki kursi BUMN? Berikut daftarnya: (Baca juga:
Sasar Milenial, Produsen Baso Legendaris Athien Masuk Pasar Online)



1. Septian Hario Seto


Septian Hario Seto kelahiran 1984 dan kini masih berusia 36 tahun. Septian memperoleh gelar Sarjana (S1) Jurusan Akuntansi dari Universitas Indonesia, Sarjana (S2) Jurusan International Finance dari SKEMA Business School.



Sebelum menjabat komisaris PT Bank BNI, dia pernah menjabat sebagai staf khusus Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan pada 2019 lalu. Septian juga pernah bekerja di Toba Bara Sejahtera sebagai Corporate Finance Manager selama delapan bulan.

Dia juga pernah menjabat sebagai PricewaterhouseCoopers pada tahun 2006-2007 sebagai Associate Auditor in Energy and Mining Division. Pada 20 Februari 2020 lalu, Bank BNI menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Menara BNI Jakarta. Dalam RUPS itu, para pemegang saham sepakat untuk mengangkat Septian sebagai komisaris Independen di Bank BNI.

2. Fadli Rahman

Kursi komisaris PT Pertamina Hulu Energi kini dipercayakan pada Fadli Rahman. Diantara pejabat Pertamina Hulu Energi, Fadli yang mencuri perhatian. Di usianya yang baru 33 tahun, dia masuk dalam jajaran Dewan Komisaris Pertamina Hulu Energi. Fadli merupakan pria kelahiran Jakarta, 5 Juli 1986.

Pada 2007, dia berhasil meraih gelar Bachelor of Science di ITB. Kemudian, dia melanjutkan studinya dan berhasil menyabet gelar di bidang Ekonomi Mineral dan Energi Colorado School of Mines (CSM) pada 2013 (gelar M.S) dan gelar Ph.D tahun 2016.

Pada 2016, dia pernah bekerja menjadi Principal di Boston Consulting Group dari tahun 2016, milenial 33 tahun ini juga dipercaya sebagai Senior Field Engineer di Schlumberger tahun 2008 - 2011 dan Reservoir Engineer di Conoco Phillips pada tahun 2007-2008.

3. Fajrin Rasyid

Muhammad Fajrin Rasyid merupakan pendiri Bukalapak. Fajrin kemudian ditunjuk sebagai Direktur Digital Business di PT Telekomunikasi Indonesia (Persero). Penunjukan Fajrin dikukuhkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Telkom pada awal Agustus 2020 lalu.

Fajrin lahir di Jakarta pada 11 September 1986. Dengan usia yang belum genap 34 tahun, Fajrin adalah milenial pertama yang menduduki jabatan direksi Telkom.

Dia menempuh studi di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 2004 hingga 2008. Lalu Daejeon University, Korea Selatan pada 2008 hingga 2009. Kemudian Harvard Business School pada 2018 dan Stanford University Graduate School of Business pada 2019 di Amerika Serikat.

Fajrin penah menjadi konsultan di The Boston Consulting Group di tahun 2009. Di sana, dia bertanggung jawab untuk memberikan masukan soal industri di Asia Tenggara. Dia berkarir di sana selama 1 tahun 6 bulan.

Bahkan, dia sempat menjadi Co-founder dan CEO Suitmedia pada 2011. Dia kemudian merintis startup Bukalapak bersama dengan Ahmad Zaky dan Nugroho Herucahyono.
halaman ke-1 dari 2
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top