Aset Oligarki Rusia Hasil Sitaan Bakal Diberikan ke Ukraina, Begini Respons Moskow

Senin, 11 September 2023 - 18:51 WIB
loading...
A A A
"Untuk pertama kalinya, kami mentransfer aset ke Ukraina yang disita dari oligarki Rusia yang terkena sanksi, yang sekarang akan digunakan untuk mendukung veteran militer Ukraina. Mereka yang telah memungkinkan perang agresi Putin harus membayarnya," kata Blinken pada konferensi pers bersama dengan Menteri Luar Negeri Ukraina Dmitry Kuleba.

Sementara itu AS dilaporkan telah memberi Ukraina bantuan lebih dari USD43 miliar sejak pecahnya perang pada Februari 2022.

Selama beberapa waktu, Washington telah menyelidiki cara-cara untuk menggunakan aset Rusia yang dibekukan untuk menutupi biaya rekonstruksi di Ukraina setelah konflik. Departemen Kehakiman AS telah meluncurkan unit khusus yang disebut KleptoCapture untuk membantu menegakkan sanksi terhadap pejabat pemerintah dan pengusaha Rusia, dengan menargetkan kapal pesiar, jet, real estat, dan aset lainnya.

Di sisi lain Peskov mencatat bahwa tuntutan hukum atas dana Rusia yang tidak bergerak sudah berlangsung di banyak negara dengan beberapa pengusaha mencapai kesuksesan "termasuk dalam mengajukan banding terhadap tindakan ilegal yang bersifat investigasi dan pencarian ilegal yang dilakukan terhadap mereka."

Moskow telah berulang kali menyebut upaya Barat untuk menyita aset Rusia yang dibekukan sebagai "barbarisme" dan "pencurian". Mereka mengancam akan menanggapi dengan cara yang sama, jika perlu.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Gaya Hidup Miliarder,...
Gaya Hidup Miliarder, Begini Cara Keluarga Trump Membelanjakan Hartanya
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
Rubel Jadi Mata Uang...
Rubel Jadi Mata Uang Terkuat di Dunia, Sanksi Barat ke Rusia Tak Mempan
10 Negara dengan Ketergantungan...
10 Negara dengan Ketergantungan Sumber Daya Alam Tertinggi di Dunia, Ada Indonesia?
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Rekomendasi
7 Fakta Menarik Hari...
7 Fakta Menarik Hari Pertama Piala Dunia 2026: Hujan Kartu Merah hingga Rekor Bersejarah Meksiko
Perkuat Kolaborasi dan...
Perkuat Kolaborasi dan Kepemimpinan Kreatif, HIMA PUSAKA MNC University Gelar Studi Banding Bersama Universitas Paramadina
Menuju Tata Kelola Pesisir...
Menuju Tata Kelola Pesisir Terintegrasi, Pemerintah Dorong Mangrove sebagai Solusi Berbasis Alam
Berita Terkini
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Penjelasan PLN soal...
Penjelasan PLN soal Blackout di Beberapa Wilayah Pulau Jawa
Emas Antam Kembali Berkilau,...
Emas Antam Kembali Berkilau, Hari Ini Naik Rp20 Ribu Sentuh Rp2.709.000 per Gram
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Infografis
AS Setujui Penjualan...
AS Setujui Penjualan Peralatan Senilai Rp5 T untuk F-16 ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved