Rezeki Singapura! Pembuat Chip Terbesar Ketiga di Dunia Buka Pabrik Senilai Rp60 Triliun
Rabu, 13 September 2023 - 11:16 WIB
loading...
GlobalFoundries buka pabrik di Singapura. Foto/Reuters
A
A
A
JAKARTA - GlobalFoundries, pembuat chip terbesar ketiga di dunia, membuka fabrikasi semikonduktor atau chip senilai USD4 miliar atau Rp60 triliun (kurs Rp15.000) di Singapura pada hari Selasa kemarin. Pembukaan pabrik itu sebagai bagian dari ekspansi manufaktur global yang besar.
Baca juga: Ogah Diremehkan China Terus, AS Siap Batasi Ekspor Chip Canggih
Diperkirakan pada tahun 2025 hingga 2026, fasilitas baru pembuat chip AS seluas 23.000 m2 ini akan mampu memproduksi 450.000 keping berukuran 300 milimeter per tahun. Pun akan menciptakan 1.000 lapangan kerja.
“Jika kita menjalankan kapasitas secara maksimal, kemungkinan besar itu akan menghasilkan 45% pendapatan GlobalFoundries,” kata Tan Yew Kong, manajer umum perusahaan, dikutip dari Reuters, Rabu (12/9/2023).
Tan menambahkan bahwa perusahaan memperkirakan lemahnya permintaan chip global akan membaik pada paruh kedua tahun 2024.
Operasi perusahaan di Singapura, yang melayani 200 klien di seluruh dunia, juga mencakup dua pabrik lain yang masing-masing memproduksi 720.000 keping 300 mm dan 692.000 keping 200 mm per tahun. Chip tersebut digunakan pada mobil dan teknologi 5G.
GlobalFoundries mengumumkan ekspansi global senilai Rp90 triliun pada tahun 2021 di tengah kekurangan chip selama pandemi yang kemudian berubah menjadi surplus.
Baca juga: Ogah Diremehkan China Terus, AS Siap Batasi Ekspor Chip Canggih
Diperkirakan pada tahun 2025 hingga 2026, fasilitas baru pembuat chip AS seluas 23.000 m2 ini akan mampu memproduksi 450.000 keping berukuran 300 milimeter per tahun. Pun akan menciptakan 1.000 lapangan kerja.
“Jika kita menjalankan kapasitas secara maksimal, kemungkinan besar itu akan menghasilkan 45% pendapatan GlobalFoundries,” kata Tan Yew Kong, manajer umum perusahaan, dikutip dari Reuters, Rabu (12/9/2023).
Tan menambahkan bahwa perusahaan memperkirakan lemahnya permintaan chip global akan membaik pada paruh kedua tahun 2024.
Operasi perusahaan di Singapura, yang melayani 200 klien di seluruh dunia, juga mencakup dua pabrik lain yang masing-masing memproduksi 720.000 keping 300 mm dan 692.000 keping 200 mm per tahun. Chip tersebut digunakan pada mobil dan teknologi 5G.
GlobalFoundries mengumumkan ekspansi global senilai Rp90 triliun pada tahun 2021 di tengah kekurangan chip selama pandemi yang kemudian berubah menjadi surplus.
Lihat Juga :