Simpan Harta Karun Tersembunyi hingga Ribuan Tahun, Negara Ini Jadi Incaran Dunia
Kamis, 14 September 2023 - 10:57 WIB
loading...
Sebuah kapal pengeruk pasir lepas pantai untuk mendukung eksplorasi minyak lepas pantai di muara Sungai Demerara di Georgetown, Guyana. FOTO/AP Photo/Matias Delacroix
A
A
A
GEORGETOWN - Perusahaan global ramai-ramai ikut penawaran lelang ladang minyak di Guyana . Negara yang terletak di Amerika Selatan ini menerima delapan penawaran dari 14 blok eksplorasi minyak dan gas lepas pantai yang ditawarkan dalam lelang perdana.
Lelang tersebut diikuti dari berbagai perusahaan raksasa minyak dunia di antaranya Exxon Mobil dan TotalEnergies. Tak hanya itu, Hess Corp, CNOOC China, Qatar Energy, dan Petronas Malaysia telah mengajukan penawaran.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Guyana melaporkan ingin segera mengembangkan industri energi dan merekrut lebih banyak pengembang untuk mengimbangi konsorsium yang dipimpin Exxon sebagai penguasa produksi minyak.
Cadangan minyak di Guyana telah menjadi incaran dunia ketika Exxon berhasil menemukan 11 miliar barel minyak dalam beberapa tahun terakhir.
"Ini tidak mengecewakan," kata Presiden Guyana Irfaan Ali dalam sebuah acara di Washington DC, dikutip dari Reuters, Kamis (14/9/2023). "Kami menawarkan 14 blok dan kami mendapat tanggapan untuk 8 blok. Kami sangat senang," kata dia.
Baca Juga: Berhasil Keruk Harta Karun di Laut Dalam, Ekonomi Negara Ini Tumbuh Tercepat di Dunia
Lelang tersebut diikuti dari berbagai perusahaan raksasa minyak dunia di antaranya Exxon Mobil dan TotalEnergies. Tak hanya itu, Hess Corp, CNOOC China, Qatar Energy, dan Petronas Malaysia telah mengajukan penawaran.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Guyana melaporkan ingin segera mengembangkan industri energi dan merekrut lebih banyak pengembang untuk mengimbangi konsorsium yang dipimpin Exxon sebagai penguasa produksi minyak.
Cadangan minyak di Guyana telah menjadi incaran dunia ketika Exxon berhasil menemukan 11 miliar barel minyak dalam beberapa tahun terakhir.
"Ini tidak mengecewakan," kata Presiden Guyana Irfaan Ali dalam sebuah acara di Washington DC, dikutip dari Reuters, Kamis (14/9/2023). "Kami menawarkan 14 blok dan kami mendapat tanggapan untuk 8 blok. Kami sangat senang," kata dia.
Baca Juga: Berhasil Keruk Harta Karun di Laut Dalam, Ekonomi Negara Ini Tumbuh Tercepat di Dunia
Lihat Juga :