alexa snippet

Kolumnis Ekonomi SCMP Kritik Peringkat PDB Jokowi

Kolumnis Ekonomi SCMP Kritik Peringkat PDB Jokowi
Presiden Joko Widodo. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Dalam kunjungan ke Hong Kong awal Mei ini, Presiden Joko Widodo mengatakan saat ini pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah yang ketiga di dunia, setelah India dan China.
   
Pernyataan Presiden Jokowi ini mendapat kritik tajam dari kolumnis ekonomi di South China Morning Post, Jake Van Der Kemp. Ia lantas menulis dalam opini di media massa terbesar berbahasa Inggris di Hong Kong itu, dengan judul: “Sorry President Widodo, GDP rankings are economists’ equivalent of fake news”.

Dalam artikel Selasa (2/5/2017) itu, Jake lantas mempertanyakan klaim peringkat ketiga di dunia, dengan dunia mana yang dimaksud. Menurutnya, di Asia ada 13 negara dengan tingkat pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dari Indonesia yang 5,02%.

Mereka adalah India sebesar 7,5%, Laos 7,4%, Myanmar 7,3%, Kamboja 7,2%, Bangladesh 7,1%, Filipina 6,9%, China 6,7%, Vietnam 6,2%, Pakistan 5,7%, Mongolia 5,5%, Kepulauan Palau 5,5%, Timor Leste 5,5%, dan Papua Nugini 5,4%.

Baca: Opinion: Sorry President Widodo, GDP rankings are economists’ equivalent of fake news

Jake pun mencoba mengerucut dengan menarik garis sesama negara dengan jumlah penduduk lebih dari 200 juta. Alhasil, Indonesia masih di belakang India, China, dan Pakistan. Dengan tegas, Jake lantas menulis “Jangan biarkan fakta menghalangi cerita yang bagus. Kami akan membuat tulisan tentang Anda.”

Pernyataan Presiden Jokowi tersebut dituduh telah ‘mengarang cerita soal pertumbuhan ekonomi Indonesia yang hebat’. Dan di akhir opininya, Jake menulis, “Terima kasih atas acaranya, Joko, tapi ada banyak hal yang harus dilakukan dengan waktumu daripada membuat PDB konyol”.



(ven)
loading gif
Top