Kolaborasi Lintas Sektor untuk Memperkuat Industri Mebel

Minggu, 17 September 2023 - 17:42 WIB
loading...
Kolaborasi Lintas Sektor...
Asmindo bekerja sama dengan banyak pihak untuk mengembangkan industri mebel. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) akan melakukan kolaborasi lintas sektor dengan sejumlah pihak untuk memperkuat industri mebel . Ketua Asmindo Dedy Rochimat mengungkapkan, kolaborasi menjadi upaya yang sangat penting untuk merespons kritikan Presiden Jokowi tentang kinerja industri mebel nasional yang masih tertinggal dibandingkan dengan negara tetangga.

“Indonesia tidak kekurangan bahan baku untuk industri mebel, sebab sumber daya alam berupa hutan produktif ada sekitar 70 juta hektare. Lalu kenapa kita tertinggal dari Malaysia dan Vietnam? Karena itu, industri mebel harus melakukan kolaborasi dengan banyak pihak untuk bisa meningkatkan kinerja,” kata Dedy dalam acara nota kesepahaman UKM Merdeka antara Asmindo dengan 8 institusi di ICE BSD, Banten, Minggu (17/9/2023).

Menurut Dedy, Asmindo akan memanfaatkan pasar Asia Tenggara yang besar dengan jumlah penduduk sekitar 660 juta jiwa. Menurut dia, Asmindo akan menjalin kerja sama dengan asosiasi furnitur di sana untuk memperbanyak penjualan produk mebel Indonesia.

Industri furnitur nasional turut mengalami dampak melemahnya pasar global akibat situasi geopolitik yang terjadi karena perang Rusia dan Ukraina. Inflasi yang disebabkan oleh kondisi resesi menyebabkan turunnya daya beli konsumen di negara-negara importir yang terdampak perang, terutama negara-negara kawasan Eropa dan Amerika Serikat.

Tahun lalu, pasar furnitur dunia mencatat pendapatan sebesar USD695 miliar secara global dan diprediksi dapat meningkat hingga USD766 miliar pada akhir 2023. Indonesia baru mencatatkan pendapatan sebesar USD2,8 miliar yang berada pada peringkat 17 secara global dan peringkat empat regional Asia–di bawah China, Vietnam, dan Malaysia.

Dedy menjelaskan, nota kesepahaman UKM Merdeka antara Asmindo dengan delapan institusi antara lain Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Universitas Tarumanegara dan PT Katadata Indonesia merupakan upaya untuk membantu UKM di sektor mebel untuk bisa naik kelas.

“Saat ini, 98% pengusaha mebel adalah UKM, hanya 2% saja yang masuk skala besar. Karena itu, kami perlu bantuan dari banyak pihak seperti dari praktisi, akademisi dan juga media untuk bisa membuat UKM di industri mebel ini bisa naik kelas. UKM mebel harus bisa menjadi tuan rumah di negara sendiri dan juga meningkatkan jumlah ekspor secara signifikan,” jelas Dedy.

Dedy menambahkan, Asmindo juga akan berkolaborasi dengan PT Katadata Indonesia untuk memperkuat data tentang permasalahan yang dihadapi industri mebel nasional saat ini serta potensi yang bisa dimaksimalkan dengan memanfaatkan sumber daya alam yang melimpah.

“Kolaborasi ini bertujuan untuk membantu UMKM anggota Asmindo mengembangkan potensi bisnis melalui pengolahan data dan informasi serta aktifitas yang diharapkan mampu untuk pengembangan perusahaan dan perluasan pasar,” tandas Dedy.

Deputi bidang UKM Kementerian Koperasi dan UKM Hanung Harimba mengatakan, kolaborasi antara Asmindo dengan praktisi, akademisi dan media diharapkan bisa menjawab arahan Presiden bahwa industri mebel perlu meningkatkan ekspor dan caranya meningkatkan kerja sama dengan pihak lain.

Baca juga: Urutan UMR Negara ASEAN Paling Tinggi, Nomor 1 Gaji Satpam Paling Kecil Rp18,6 Juta

“Sebelum kerja sama tentu harus diperkuat ekosistem ke dalam, tentu kami berharap kolaborasi ini jadi salah satu cara untuk wujudkan harapan Presiden. Peluang industri ini masih besar karena pasar industri mebel juga masih luas,” ungkap Hanung.

(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
NHM Dorong Pembelajaran...
NHM Dorong Pembelajaran Berbasis Lapangan dalam Study Club SEG UNPAD SC
Elnusa Petrofin Perkuat...
Elnusa Petrofin Perkuat Sinergi Jaga Stabilitas Energi Nasional
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Sinergi dengan Korlantas Polri dan BPH Migas, Pastikan Subsidi BBM Tepat Sasaran
SIG Buka Peluang Kolaborasi...
SIG Buka Peluang Kolaborasi Global di INTERCEM Asia 2026
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva dan InJourney IAS Jajaki Sinergi Layanan di Pelabuhan Benoa
Tingkatkan Kesadaran...
Tingkatkan Kesadaran Asuransi di Masyarakat, 2026 Jadi Tahun Kolaborasi
Kolaborasi Generasi...
Kolaborasi Generasi Muda Jadi Penggerak Perubahan Lingkungan
Kolaborasi ESG Dorong...
Kolaborasi ESG Dorong Gerakan Penghijauan di Tengah Pesatnya Pembangunan Kaltim
Teken MoU, Budi Luhur...
Teken MoU, Budi Luhur University Perluas Kerja Sama Akademik Internasional
Rekomendasi
5 Titik Aksi Demo di...
5 Titik Aksi Demo di Jakarta Hari Ini, 4.263 Personel Gabungan Dikerahkan
Data NIK Jadi Penentu,...
Data NIK Jadi Penentu, Warga Diimbau Cek Syarat Pembebasan PBB-P2
Khotbah Jumat Pertama...
Khotbah Jumat Pertama Muharram : Ada Apa dengan Hari Asyura?
Berita Terkini
Perkuat Ketahanan Energi,...
Perkuat Ketahanan Energi, Pertamina Patra Niaga Jaga Akses hingga Wilayah 3T
BI Rate Naik Sampai...
BI Rate Naik Sampai 5,75%, Siap-siap Cicilan Bank dan KPR Bengkak
Rupiah Keok Meski BI...
Rupiah Keok Meski BI Rate Naik Lagi, Dolar AS Tembus Rp17.848
KAI Logistik Angkut...
KAI Logistik Angkut 6,8 Juta Ton Barang hingga Mei 2026, Terbanyak Batu Bara
Jelang Akhir Pekan,...
Jelang Akhir Pekan, IHSG Dibuka Memerah di Level 6.161
PLN Rombak Jajaran Direksi,...
PLN Rombak Jajaran Direksi, Darmawan Masih Dirut dan Tambah Posisi Wadirut
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved