UMKM Indonesia Masuk Pasar Halal Internasional di Malaysia
Senin, 18 September 2023 - 10:30 WIB
loading...
A
A
A
Berdasarkan riset Global Islamic Economy Indicator 2022 oleh Dinar Standard, saat ini Indonesia menempati urutan ke-2 untuk makanan halal, peringkat ke-3 untuk fesyen muslim, dan peringkat ke-6 untuk keuangan syariah.
Namun sebagian besar pelaku UMKM lokal masih memiliki keterbatasan akses informasi dalam memasarkan produknya. Dengan mengikuti pameran Malaysia International Halal Showcase 2023 ini para pelaku UMKM diharapkan dapat menjadi gerbang untuk mengakses pasar internasional. Di sinilah peran HIITS, Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Yayasan Indonesia Setara dan Rumah Siap Kerja (RSK) menjadi jembatan antara pelaku UMKM dengan pasar.
"Kita memperkenalkan market muslim di Indonesia dan juga punya banyak potensi yang sebenarnya bisa go internasional dan itu belum teroptimalkan. Di situlah kita butuh banyak support termasuk dari Masyarakat Ekonomi Syariah dan dari banyak Stakeholder lain diajak untuk berkolaborasi supaya kita punya target jangka pendek, menengah, dan panjang. Insya Allah manfaatnya akan dirasakan lebih banyak," ujar Agung.
Sementara itu, pelaku UMKM Rendang binaan Yayasan Indonesia Setara, Ilda mengungkapkan antusias terhadap produk usahanya dapat di ekspor ke Madagaskar. Pameran tersebut mendorong pelaku usaha memperluas pangsa pasar bisnis ke mancanegara.
"Kebetulan saya binaan UMKM Yayasan Indonesia Setara yang mendapatkan support dari Rumah Siap Kerja untuk membawa produk saya khas Minang, yaitu rendah untuk tampil di MIHAS 2023. Alhamdulillah produk kami sudah memiliki izin halal dan tadi ada tawaran untuk di ekspor ke Madagaskar," tutur Ilda.
Namun sebagian besar pelaku UMKM lokal masih memiliki keterbatasan akses informasi dalam memasarkan produknya. Dengan mengikuti pameran Malaysia International Halal Showcase 2023 ini para pelaku UMKM diharapkan dapat menjadi gerbang untuk mengakses pasar internasional. Di sinilah peran HIITS, Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Yayasan Indonesia Setara dan Rumah Siap Kerja (RSK) menjadi jembatan antara pelaku UMKM dengan pasar.
"Kita memperkenalkan market muslim di Indonesia dan juga punya banyak potensi yang sebenarnya bisa go internasional dan itu belum teroptimalkan. Di situlah kita butuh banyak support termasuk dari Masyarakat Ekonomi Syariah dan dari banyak Stakeholder lain diajak untuk berkolaborasi supaya kita punya target jangka pendek, menengah, dan panjang. Insya Allah manfaatnya akan dirasakan lebih banyak," ujar Agung.
Sementara itu, pelaku UMKM Rendang binaan Yayasan Indonesia Setara, Ilda mengungkapkan antusias terhadap produk usahanya dapat di ekspor ke Madagaskar. Pameran tersebut mendorong pelaku usaha memperluas pangsa pasar bisnis ke mancanegara.
"Kebetulan saya binaan UMKM Yayasan Indonesia Setara yang mendapatkan support dari Rumah Siap Kerja untuk membawa produk saya khas Minang, yaitu rendah untuk tampil di MIHAS 2023. Alhamdulillah produk kami sudah memiliki izin halal dan tadi ada tawaran untuk di ekspor ke Madagaskar," tutur Ilda.
Lihat Juga :