Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Jatuh ke Rp15.381
Rabu, 20 September 2023 - 16:56 WIB
loading...
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) kembali ditutup melemah pada perdagangan, Rabu (20/9/2023). Kurs rupiah turun tipis 1 poin ke level Rp15.381 per USD. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) kembali ditutup melemah pada perdagangan, Rabu (20/9/2023). Kurs rupiah turun tipis 1 poin ke level Rp15.381 dari penutupan sebelumnya di Rp15.380 per USD.
Baca Juga: Ditekuk Dolar, Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp15.370
Pelemahan rupiah juga terlihat pada data JISDOR BI, dimana untuk hari ini bertengger ke level Rp15.396/USD. Raihan tersebut jatuh semakin dalam dari sesi kemarin di posisi Rp15.381 per USD.
Baca Juga: Lawan Dolar AS, Kurs Rupiah Masih Lemas ke Level Rp15.355
Pengamat Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, indeks dolar telah diperdagangkan dalam kisaran yang ketat akhir-akhir ini, dengan para pedagang menunggu berita dari Federal Reserve ketika para pejabat menyimpulkan pertemuan penetapan kebijakan terbaru di sesi ini.
"Bank sentral AS diperkirakan akan mempertahankan suku bunganya. Namun dengan harga energi yang kembali naik dan data ekonomi yang cenderung menunjukkan perekonomian yang tangguh, Ketua Fed Jerome Powell kemungkinan akan tetap membuka opsi kenaikan suku bunga lagi sebelum akhir tahun," tulis Ibrahim dalam risetnya, Rabu (20/9/2023).
Baca Juga: Ditekuk Dolar, Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp15.370
Pelemahan rupiah juga terlihat pada data JISDOR BI, dimana untuk hari ini bertengger ke level Rp15.396/USD. Raihan tersebut jatuh semakin dalam dari sesi kemarin di posisi Rp15.381 per USD.
Baca Juga: Lawan Dolar AS, Kurs Rupiah Masih Lemas ke Level Rp15.355
Pengamat Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, indeks dolar telah diperdagangkan dalam kisaran yang ketat akhir-akhir ini, dengan para pedagang menunggu berita dari Federal Reserve ketika para pejabat menyimpulkan pertemuan penetapan kebijakan terbaru di sesi ini.
"Bank sentral AS diperkirakan akan mempertahankan suku bunganya. Namun dengan harga energi yang kembali naik dan data ekonomi yang cenderung menunjukkan perekonomian yang tangguh, Ketua Fed Jerome Powell kemungkinan akan tetap membuka opsi kenaikan suku bunga lagi sebelum akhir tahun," tulis Ibrahim dalam risetnya, Rabu (20/9/2023).
Lihat Juga :