Raup Cuan Besar dari Rusia, Perusahaan Barat Untung Rp275,8 Triliun
Jum'at, 22 September 2023 - 13:41 WIB
loading...
A
A
A
Perusahaan-perusahaan yang berbasis di Amerika Serikat (AS) dilaporkan menghasilkan total laba terbesar sebesar USD4,9 miliar, diikuti oleh perusahaan-perusahaan Jerman dengan USD2,4 miliar, bisnis Austria dengan sekitar USD2 miliar, dan entitas Swiss dengan sekitar USD1 miliar.
Raiffeisen Bank yang berbasis di Austria menghasilkan pendapatan terbesar dari Rusia di antara perusahaan-perusahaan Barat yakni sekitar USD2 miliar pada tahun 2022, seperti diperlihatkan data terbaru. Selanjutnya ada perusahaan raksasa tembakau AS, Philip Morris dengan USD775 juta dan PepsiCo meraup USD718 juta.
Sementara produsen truk asal Swedia, Scania menghasilkan USD621 juta dari operasionalnya di Rusia pada tahun 2022, menjadikannya penghasil terbesar di antara bisnis yang keluar dari pasar Rusia.
Namun sebagian besar perusahaan Barat dilaporkan tidak dapat mengakses keuntungan yang mereka hasilkan di Rusia. Tak lama setelah konflik di Ukraina dimulai, Moskow menyusun daftar negara-negara yang telah menjatuhkan sanksi terhadap Rusia, lalu melabelinya sebagai negara-negara 'tidak ramah'.
Mereka di antaranya termasuk AS, Inggris, negara-negara Uni Eropa, Kanada, Jepang. Semua transaksi dengan perusahaan-perusahaan dari negara-negara ini harus disetujui oleh pemerintah Rusia, dan pendapatan lokal perusahaan tersebut dipaksa tunduk pada larangan pembayaran dividen.
Raiffeisen Bank yang berbasis di Austria menghasilkan pendapatan terbesar dari Rusia di antara perusahaan-perusahaan Barat yakni sekitar USD2 miliar pada tahun 2022, seperti diperlihatkan data terbaru. Selanjutnya ada perusahaan raksasa tembakau AS, Philip Morris dengan USD775 juta dan PepsiCo meraup USD718 juta.
Sementara produsen truk asal Swedia, Scania menghasilkan USD621 juta dari operasionalnya di Rusia pada tahun 2022, menjadikannya penghasil terbesar di antara bisnis yang keluar dari pasar Rusia.
Namun sebagian besar perusahaan Barat dilaporkan tidak dapat mengakses keuntungan yang mereka hasilkan di Rusia. Tak lama setelah konflik di Ukraina dimulai, Moskow menyusun daftar negara-negara yang telah menjatuhkan sanksi terhadap Rusia, lalu melabelinya sebagai negara-negara 'tidak ramah'.
Mereka di antaranya termasuk AS, Inggris, negara-negara Uni Eropa, Kanada, Jepang. Semua transaksi dengan perusahaan-perusahaan dari negara-negara ini harus disetujui oleh pemerintah Rusia, dan pendapatan lokal perusahaan tersebut dipaksa tunduk pada larangan pembayaran dividen.
Lihat Juga :