Filipina Hentikan Sementara Kirim Pekerja ke Qatar

Rabu, 07 Juni 2017 - 15:26 WIB
Filipina Hentikan Sementara...
Filipina Hentikan Sementara Kirim Pekerja ke Qatar
A A A
MANILA - Pemerintah Filipina untuk sementara telah melarang para pekerja mereka ke Qatar, setelah beberapa negara Timur Tengah seperti Bahrain, Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab memutuskan hubungan diplomatik dengan negara teluk tersebut. Qatar terisolasi dari negara tetangga mereka, usai dituding menjalin hubungan dekat dengan banyak kelompok teroris, termasuk kelompok yang menyebut diri ISIS.

(Baca Juga: Arab Saudi Cs dan Qatar Putus Hubungan, Pasar LNG Akan Terpengaruh )

Seperti dilansir BBC, terdapat lebih dari dua juta pekerja asal Filipina yang bekerja di Timur Tengah, dengan sekitar 140.000 berada di Qatar. Pihak dari pemerintah menyatakan prihatin dengan krisis yang terjadi sehingha berimbas kepada pekerja asing dari luar negeri.

Menteri Tenaga Kerja Filipina Silvestre Bello menambahkan pelarangan tersebut berlaku hingga situasi dinilai sudah kondusif. "Ada begitu banyak desas-desus liar yang beredar di sekitar kita. Dan sejauh ini tidak ada yang mengatakan hal baik," ucapnya dalam sebuah pernyataan resmi.

Terdapat jutaan warga Filipina yang bekerja di luar negeri sebagai pembantu rumah tangga, kru kapal, pekerja konstruksi dan perawat hingga banyak pekerjaan lainnya. Banyak juga yang mencari pekerjaan ke negara-negara Teluk kaya minyak seperti Arab Saudi, serta ada jutaan warga Filipina di Qatar. Bank Sentral Filipina memperkirakan devisa dari tenaga kerja yang bekerja diluar negeri tahun lalu mencapai USD26,9 miliar atau sekitar 10% dari produk domestik bruto.

Pemerintah Filipina menyatakan salah satu kekhawatiran utama adalah risiko kekurangan pangan di Qatar, yang mengimpor sekitar 90% produk pangannya. Di sisi lain pemerintah Qatar menyatakan telah mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk memastikan kehidupan akan terus berjalan seperti biasa di bawah blokade.

Warga Qatar juga dihimbau untuk tidak panik. Sementara itu Qatar sendiri sangat bergantung terhadap pekerja asing dengan lebih dari setengah 2,5 juta penduduknya berasal dari Luar Negeri. India, Nepal dan Bangladesh menyumbang cukup besar pekerja di Qatar yang mayoritas berada pada sektor konstruksi.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemerintah Perlu Antisipasi...
Pemerintah Perlu Antisipasi Efek Domino Konflik Timur Tengah terhadap Ekonomi
Prabowo Kunjungi Negara...
Prabowo Kunjungi Negara Timur Tengah, Konsultasi Terkait Kondisi Ekonomi Dunia
Kepentingan Ekonomi...
Kepentingan Ekonomi di Balik Perjanjian Damai Timur Tengah
Mengembalikan Cengkeraman...
Mengembalikan Cengkeraman Ekonomi Negara Timur Tengah di Tengah Konflik Israel-Hamas
China Ingatkan Dunia,...
China Ingatkan Dunia, Krisis Timur Tengah Ancam Ekonomi Global
Di Luar Prediksi, Ekonomi...
Di Luar Prediksi, Ekonomi Singapura Tumbuh 6% Kuartal I-2026
Berita Terkini
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
46 menit yang lalu
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
3 jam yang lalu
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
3 jam yang lalu
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
4 jam yang lalu
Sambut Libur Sekolah,...
Sambut Libur Sekolah, ASDP Perkuat Layanan dan Keselamatan Penyeberangan
5 jam yang lalu
Mengulik Alasan di Balik...
Mengulik Alasan di Balik Kenaikan Harga Pertamax: Demi Jaga Investor dan Keuangan
5 jam yang lalu
Infografis
Kirim Tentara ke Tel...
Kirim Tentara ke Tel Aviv, AS Bisa Terseret Perang Iran-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved