Timur Tengah Membara, S&P: Ekonomi Global Masuki Masa Berbahaya

Rabu, 09 Oktober 2024 - 14:03 WIB
loading...
Timur Tengah Membara,...
Potensi pecahnya perang besar di Timur Tengah dinilai membuat ekonomi global memasuki masa-masa genting. FOTO/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua S&P Global Daniel Yergin menilai ekonomi globalmemasuki masa-masa yang berbahaya yang belum pernah terjadi sebelumnya akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Memanasnya kondisi di wilayah itu dapat menyebabkan guncangan serta menaikkan harga energi global.

Sejak konflik Israel-Hamas dimulai pada 7 Oktober tahun lalu, pasar minyak hanya mengalami sedikit gangguan, dengan harga tetap tertekan sebagai akibat dari peningkatan produksi AS dan melemahnya permintaan dari China. Namun, sentimen ini telah berubah dimana harga minyak melonjak minggu lalu akibat kekhawatiran bahwa Israel dapat menargetkan industri minyak Iran sebagai balasan atas serangan rudal Iran.

"Israel belum menyimpulkan apa yang akan mereka lakukan dalam hal serangan — itu masih dalam pembahasan," kata Presiden AS Joe Biden kepada wartawan dalam jumpa pers di Gedung Putih minggu lalu, seraya menambahkan bahwa ia mencegah Israel menyerang fasilitas minyak Iran.

Baca Juga: Jika Perang Besar di Timur Tengah Pecah, Harga Minyak Bisa USD150 per Barel

Minggu lalu, patokan minyak dunia mengalami kenaikan mingguan terbesar sejak Maret 2023. Selama perdagangan Asia pada hari Selasa, harga patokan minyak global Brent merosot 1,77% menjadi USD79,50 per barel, sementara West Texas Intermediate AS diperdagangkan 1,83% lebih rendah pada USD75,77 per barel.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Minyak Dunia Hancur...
Harga Minyak Dunia Hancur Mendekati Level Normal! Kapan BBM RI Turun?
Pasokan Teluk Pulih,...
Pasokan Teluk Pulih, Harga Minyak Mentah Brent Turun ke Level Terendah dalam Empat Bulan
Harga LNG Naik Turun...
Harga LNG Naik Turun Mengacu Harga Minyak Dunia
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Harga Minyak Global Kembali Melonjak
Prancis Naik Pitam!...
Prancis Naik Pitam! Siap Jegal Iran soal Tarif Tol di Selat Hormuz
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
Pakar Militer Ini Ungkap...
Pakar Militer Ini Ungkap AS dan Iran Masih Berusaha Raih Klaim Kemenangan
Rekomendasi
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Jokowi Injak Kepala...
Jokowi Injak Kepala Kerbau saat Terima Gelar Adat, PDIP: Bagian Adat atau Simbol Perendahan Politik?
Jelang Hari Bhayangkara...
Jelang Hari Bhayangkara Ke-80, Polda Riau Tuntaskan 110 Jembatan Merah Putih Presisi
Berita Terkini
Prabowo Targetkan Pangkas...
Prabowo Targetkan Pangkas 1.000 BUMN Jadi Tinggal Tersisa 250
Pahami Prosedur Pemisahan...
Pahami Prosedur Pemisahan dah Pecah Sertifikat Tanah, Berikut Syaratnya
Potongan Aplikator 8%...
Potongan Aplikator 8% Hanya untuk Ojol Bukan Taksi Online, Begini Kata Menhub
Rencana Batasan Tar-Nikotin...
Rencana Batasan Tar-Nikotin dan Penyeragaman Kemasan Dinilai Ancam Industri Kretek Nasional
Bandara Husein Sastranegara...
Bandara Husein Sastranegara Dibuka Lagi, Bagaimana Nasib Kertajati?
Ekspor Batu Bara Dibuka...
Ekspor Batu Bara Dibuka Lagi, Pasokan 141 Juta Metrik Ton Diamankan demi Cegah Pemadaman Listrik
Infografis
Kapal Induk Kedua Tiba...
Kapal Induk Kedua Tiba di Timur Tengah, AS Serius Ancam Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved