TikTok Shop Dilarang di Indonesia Gerus Sepertiga Pendapatan di ASEAN
Sabtu, 30 September 2023 - 13:34 WIB
loading...
Larangan TikTok Shop di Indonesia berpotensi pangkas sepertiga pendapatan TikTok di ASEAN. FOTO/Reuters
A
A
A
JAKARTA - Aplikasi media sosial TikTok ramai diperbincangkan pelaku bisnis belakangan ini setelah adanya kebijakan larangan layanan belanja TikTok Shop oleh pemerintah Indonesia. Pemblokiran ini dinilai memberi dampak cukup signifikan terhadap pendapatan perusahaan milik ByteDance di regional.
Menurut unreported data, dikutip dari The Information, Sabtu (30/9), TikTok Shop belakangan ini mampu mencatatkan transaksi senilai lebih dari USD6 miliar di Indonesia sepanjang tahun berjalan 2023. Angka tersebut dikatakan melebihi sepertiga dari total transaksi TikTok Shop di Asia Tenggara. Sehingga pelarangan ini berpotensi memangkas sepertiga revenue TikTok.
Baca Juga: TikTok Shop Cs Dilarang Jualan, Ini 6 Poin Penting Revisi Aturan Dagang Online
Kebijakan Indonesia ini juga dimungkinkan bakal meningkatkan tekanan serta sentimen terhadap ekspansi TikTok Shop di Amerika Serikat. Kendati pertumbuhan aplikasi China itu cukup masif di negeri Paman Sam, tetapi margin pendapatannya masih tertinggal dari pencapaian mereka di ASEAN.
Berdasarkan data TikTok Report, diolah dari Bussiness of Apps, Sabtu (30/9), TikTok membukukan pendapatan mencapai USD9,4 miliar atau setara Rp146,14 triliun pada tahun 2022. Realisasi itu meningkat 100 persen year-on-year (YoY) dibandingkan 2021.
Menurut unreported data, dikutip dari The Information, Sabtu (30/9), TikTok Shop belakangan ini mampu mencatatkan transaksi senilai lebih dari USD6 miliar di Indonesia sepanjang tahun berjalan 2023. Angka tersebut dikatakan melebihi sepertiga dari total transaksi TikTok Shop di Asia Tenggara. Sehingga pelarangan ini berpotensi memangkas sepertiga revenue TikTok.
Baca Juga: TikTok Shop Cs Dilarang Jualan, Ini 6 Poin Penting Revisi Aturan Dagang Online
Kebijakan Indonesia ini juga dimungkinkan bakal meningkatkan tekanan serta sentimen terhadap ekspansi TikTok Shop di Amerika Serikat. Kendati pertumbuhan aplikasi China itu cukup masif di negeri Paman Sam, tetapi margin pendapatannya masih tertinggal dari pencapaian mereka di ASEAN.
Berdasarkan data TikTok Report, diolah dari Bussiness of Apps, Sabtu (30/9), TikTok membukukan pendapatan mencapai USD9,4 miliar atau setara Rp146,14 triliun pada tahun 2022. Realisasi itu meningkat 100 persen year-on-year (YoY) dibandingkan 2021.
Lihat Juga :