Pedagang Dilarang Jualan di Medsos, Perindo Beri Saran Manfaatkan E-commerce
Sabtu, 30 September 2023 - 19:00 WIB
loading...
A
A
A
"Kami sarankan para pedagang tekstil dan pakaian jadi di Tanah Abang dan pusat-pusat perbelanjaan lain untuk ikut memasarkan produknya melalui platform digital," jelasnya.
Yang dimaksud dengan platform digital, lanjut Yerry, bukan media sosial seperti TikTok, tetapi platform digital e-commerce yang sudah banyak beredar di masyarakat. "Pakai pola hybrid saja, ada toko untuk dagang langsung, tetapi pakai juga platform e-commerce digital. Kalau media sosial peruntukkannya bukan dagang," ungkap Yerry.
Baca Juga: Pemerintah Diminta Segera Eksekusi Larangan Jualan di TikTok Shop
Lebih lanjut, Yerry mengatakan keluhan para pedagang tentang maraknya produk impor dari luar negeri itu valid dan patut diperhatikan pemerintah. Dirinya mengaku setuju dan mendukung jika Pemerintah mengambil tindakan tegas terhadap membanjirnya produk impor murah dari luar negeri, khususnya dari China. Karena produk impor murah dari China itu akan membunuh produk UMKM dalam negeri.
"Sebenarnya yang perlu diatur dan dibatasi itu adalah mengalirnya produk impor murah dari China, yang di jual kembali di dalam negeri lewat TikTok dan media sosial. Produk impor itu yang harus dibatasi supaya tidak matikan industri dalam negeri," pungkas Yerry.
Yang dimaksud dengan platform digital, lanjut Yerry, bukan media sosial seperti TikTok, tetapi platform digital e-commerce yang sudah banyak beredar di masyarakat. "Pakai pola hybrid saja, ada toko untuk dagang langsung, tetapi pakai juga platform e-commerce digital. Kalau media sosial peruntukkannya bukan dagang," ungkap Yerry.
Baca Juga: Pemerintah Diminta Segera Eksekusi Larangan Jualan di TikTok Shop
Lebih lanjut, Yerry mengatakan keluhan para pedagang tentang maraknya produk impor dari luar negeri itu valid dan patut diperhatikan pemerintah. Dirinya mengaku setuju dan mendukung jika Pemerintah mengambil tindakan tegas terhadap membanjirnya produk impor murah dari luar negeri, khususnya dari China. Karena produk impor murah dari China itu akan membunuh produk UMKM dalam negeri.
"Sebenarnya yang perlu diatur dan dibatasi itu adalah mengalirnya produk impor murah dari China, yang di jual kembali di dalam negeri lewat TikTok dan media sosial. Produk impor itu yang harus dibatasi supaya tidak matikan industri dalam negeri," pungkas Yerry.
(nng)
Lihat Juga :