Hingga Agustus 2023, Elnusa Catat Realisasi Kontrak Rp11,30 Triliun
Minggu, 08 Oktober 2023 - 06:58 WIB
loading...
PT Elnusa Tbk (ELSA) hingga Agustus 2023 mencatatkan realisasi kontrak sebesar Rp11,30 triliun. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - PT Elnusa Tbk (ELSA) hingga Agustus 2023 mencatatkan realisasi kontrak sebesar Rp11,30 triliun. Capaian tersebut tumbuh 14% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2022 sebesar Rp9,91 triliun.
"Realisasi kontrak yang dicatatkan tersebut terdiri atas kontrak baru yang akan dikerjakan hingga 2024 mendatang dan juga carry over beberapa kontrak yang baru terealisasikan dari tahun sebelumnya," ungkap Manager Corporate Communications Elnusa Jayanty Oktavia Maulina dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (8/10/2023).
Baca Juga: Melonjak 248%, Elnusa Bukukan Laba Bersih Rp378 Miliar di 2022
Dia menjelaskan, beberapa proyek besar yang menyumbang perolehan kontrak memiliki komposisi 59% pada jasa distribusi dan logistik energi, 30% jasa hulu migas, dan sisanya 11% pada jasa penunjang migas. Kontrak-kontrak tersebut didominasi oleh Pertamina Group sebesar 74%, sementara non-Pertamina Group sebesar 26%.
Jayanty menjelaskan, pada jasa distribusi logistik energi, kontrak utamanya adalah transportasi BBM dan pengelolaan depo. Sedangkan pada jasa hulu migas, kontrak didapatkan untuk pekerjaan jasa drilling fluid dan workover di area Blok Mahakam Kalimantan serta jasa wireline logging.
"Realisasi kontrak yang dicatatkan tersebut terdiri atas kontrak baru yang akan dikerjakan hingga 2024 mendatang dan juga carry over beberapa kontrak yang baru terealisasikan dari tahun sebelumnya," ungkap Manager Corporate Communications Elnusa Jayanty Oktavia Maulina dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (8/10/2023).
Baca Juga: Melonjak 248%, Elnusa Bukukan Laba Bersih Rp378 Miliar di 2022
Dia menjelaskan, beberapa proyek besar yang menyumbang perolehan kontrak memiliki komposisi 59% pada jasa distribusi dan logistik energi, 30% jasa hulu migas, dan sisanya 11% pada jasa penunjang migas. Kontrak-kontrak tersebut didominasi oleh Pertamina Group sebesar 74%, sementara non-Pertamina Group sebesar 26%.
Jayanty menjelaskan, pada jasa distribusi logistik energi, kontrak utamanya adalah transportasi BBM dan pengelolaan depo. Sedangkan pada jasa hulu migas, kontrak didapatkan untuk pekerjaan jasa drilling fluid dan workover di area Blok Mahakam Kalimantan serta jasa wireline logging.
Lihat Juga :