Ekonomi ASEAN Diramal Turun di Semester II, Bagaimana Indonesia?
Senin, 09 Oktober 2023 - 17:05 WIB
loading...
Ekonomi Indonesia tetap optimistis di tengah pelemahan ASEAN-6. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Berdasarkan hasil riset Oxford Economics yang baru-baru ini digagas oleh Institute of Chartered Accountants in England and Wales (ICAEW), mengungkap pertumbuhan ekonomi di ASEAN-6 (Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam) diperkirakan akan mencapai 3,6% pada semester II-2023. Angka itu turun dari 4,2 persen pada paruh pertama dan 5,7 persen pada 2022.
Baca juga: 5 Negara ASEAN dengan Tingkat Kelaparan Tertinggi, Indonesia Masuk Peringkat ke-3
Sedangkan ekonomi Indonesia diprediksi akan tumbuh 5,1% di tahun ini, konsisten dengan tren historis pertumbuhan sebelumnya. Setelah itu, perlambatan ringan ke angka pertumbuhan 4,7% dapat terjadi di tahun depan jika meninjau adanya hambatan eksternal, yaitu dampak pengetatan moneter yang masih berlanjut.
“Jika melihat tingkat perlambatan ekonomi global, termasuk ASEAN, prospek akan pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam kuartal terakhir menunjukkan potensi yang cukup baik. Melalui riset Oxford Economics yang digagas oleh ICAEW ini, harapannya bahwa setiap prospek dapat menjadi cerminan upaya yang tepat dan mampu memberikan penanganan responsif yang dapat membantu mendorong pertumbuhan ekonomi ASEAN di masa depan yang lebih baik dan stabil," kata Elaine Hong, ICAEW Director for China and Southeast Asia, dikutip Senin (9/10/2023).
Pertumbuhan yang lebih lambat di kuartal III diperkirakan terjadi karena beberapa alasan. Didasari pada pemulihan ekonomi China pasca-pandemi yang melambat, sehingga menyebabkan perkiraan pertumbuhan konsensus diturunkan dengan cepat. Selain itu, dampak penuh dari kenaikan suku bunga The Fed sebesar 550bps, dan dampaknya terhadap suku bunga ASEAN, belum sepenuhnya dapat dirasakan.
Baca juga: 5 Negara ASEAN dengan Tingkat Kelaparan Tertinggi, Indonesia Masuk Peringkat ke-3
Sedangkan ekonomi Indonesia diprediksi akan tumbuh 5,1% di tahun ini, konsisten dengan tren historis pertumbuhan sebelumnya. Setelah itu, perlambatan ringan ke angka pertumbuhan 4,7% dapat terjadi di tahun depan jika meninjau adanya hambatan eksternal, yaitu dampak pengetatan moneter yang masih berlanjut.
“Jika melihat tingkat perlambatan ekonomi global, termasuk ASEAN, prospek akan pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam kuartal terakhir menunjukkan potensi yang cukup baik. Melalui riset Oxford Economics yang digagas oleh ICAEW ini, harapannya bahwa setiap prospek dapat menjadi cerminan upaya yang tepat dan mampu memberikan penanganan responsif yang dapat membantu mendorong pertumbuhan ekonomi ASEAN di masa depan yang lebih baik dan stabil," kata Elaine Hong, ICAEW Director for China and Southeast Asia, dikutip Senin (9/10/2023).
Pertumbuhan yang lebih lambat di kuartal III diperkirakan terjadi karena beberapa alasan. Didasari pada pemulihan ekonomi China pasca-pandemi yang melambat, sehingga menyebabkan perkiraan pertumbuhan konsensus diturunkan dengan cepat. Selain itu, dampak penuh dari kenaikan suku bunga The Fed sebesar 550bps, dan dampaknya terhadap suku bunga ASEAN, belum sepenuhnya dapat dirasakan.
Lihat Juga :