Ghana dan Indonesia Perkuat Kemitraan Bisnis dan Perdagangan
Senin, 09 Oktober 2023 - 21:01 WIB
loading...
A
A
A
"Pemerintah melalui instansi terkait harus memberikan dukungan pada bisnis dan perdagangan dengan Afrika. Jangan lagi negative thinking dengan Afrika. Juga untuk para pengusaha Indonesia agar bisa melihat peluang potensi bisnis yang sangat baik dengan Afrika, khususnya Ghana. Saya optimistis dengan terjalinnya kerja sama ini akan tercipta kolaborasi yang saling menguntungkan," ujar Sylvie.
Lebih lanjut Sylvie mengatakan, hubungan Indonesia dan Afrika memiliki akar sejarah sejak KTT Asia-Afrika pada 1955. Saat ini, Afrika tengah membidik bisnis dengan negara-negara di Asia Tenggara, terutama Indonesia. Menurut Sylvie, secara ekonomi dan bisnis Indonesia memiliki posisi strategis di Asia Tenggara. Untuk itulah GIPC akan lakukan kegiatan promosi, kerja sama bisnis dan investasi di Indonesia.
CEO GIPC Yofi Grant mengatakan, saat ini Afrika memiliki posisi strategis bagi dunia mengingat seluruh mineral yang dibutuhkan untuk masa depan tersedia melimpah. Pihaknya sedang mencari kemitraan baru dan beralih dari kemitraan tradisional yang lama.
"Afrika dengan penduduk sekitar 1,4 miliar jiwa adalah pasar yang potensial dan oleh sebab itu Ghana menjadi pintu gerbang untuk berbisnis di Afrika. Untuk itulah kami akan memberikan kesempatan kepada para investor untuk berinventasi dan melaakukan hubungan bisnis dengan kami," ujar Yofi.
Pada tahun 2030 populasi Afrika akan meningkat menjadi 1,7 miliar dan pada tahun 2050 akan meningkat sekitar 2,6 miliar. Jumlah ini setara dengan seperempat dari populasi dunia. Hal dipastikan menguntungkan untuk melakukan hubungan bisnis dengan Afrika.
"Jadi jika anda seorang pebisnis, investor, eksportir, atau produsen tidak dapat menemukan tempat yang lebih baik untuk berbisnis di Afrika. Saat ini, 60% penduduk Afrika di usia 30 tahun. Ini adalah pasar yang potensial dan Ghana memberi Anda ruang masuk ke benua Afrika untuk pasar yang lebih besar, pasar yang lebih dinamis, dan pasar yang lebih menguntungkan," imbuh Yofi.
Lebih lanjut Sylvie mengatakan, hubungan Indonesia dan Afrika memiliki akar sejarah sejak KTT Asia-Afrika pada 1955. Saat ini, Afrika tengah membidik bisnis dengan negara-negara di Asia Tenggara, terutama Indonesia. Menurut Sylvie, secara ekonomi dan bisnis Indonesia memiliki posisi strategis di Asia Tenggara. Untuk itulah GIPC akan lakukan kegiatan promosi, kerja sama bisnis dan investasi di Indonesia.
CEO GIPC Yofi Grant mengatakan, saat ini Afrika memiliki posisi strategis bagi dunia mengingat seluruh mineral yang dibutuhkan untuk masa depan tersedia melimpah. Pihaknya sedang mencari kemitraan baru dan beralih dari kemitraan tradisional yang lama.
"Afrika dengan penduduk sekitar 1,4 miliar jiwa adalah pasar yang potensial dan oleh sebab itu Ghana menjadi pintu gerbang untuk berbisnis di Afrika. Untuk itulah kami akan memberikan kesempatan kepada para investor untuk berinventasi dan melaakukan hubungan bisnis dengan kami," ujar Yofi.
Pada tahun 2030 populasi Afrika akan meningkat menjadi 1,7 miliar dan pada tahun 2050 akan meningkat sekitar 2,6 miliar. Jumlah ini setara dengan seperempat dari populasi dunia. Hal dipastikan menguntungkan untuk melakukan hubungan bisnis dengan Afrika.
"Jadi jika anda seorang pebisnis, investor, eksportir, atau produsen tidak dapat menemukan tempat yang lebih baik untuk berbisnis di Afrika. Saat ini, 60% penduduk Afrika di usia 30 tahun. Ini adalah pasar yang potensial dan Ghana memberi Anda ruang masuk ke benua Afrika untuk pasar yang lebih besar, pasar yang lebih dinamis, dan pasar yang lebih menguntungkan," imbuh Yofi.
Lihat Juga :