Harga Saham Kontraktor Militer Barat Melonjak di Tengah Konflik Israel-Palestina
Rabu, 11 Oktober 2023 - 06:22 WIB
loading...
Saham perusahaan militer dan pertahanan terbesar negara-negara anggota NATO dan kontraktor utama Uni Eropa melonjak usai konflik Israel-Palestina memanas. Foto/Dok Reuters
A
A
A
JAKARTA - Saham perusahaan militer dan pertahanan terbesar negara-negara anggota NATO dan kontraktor utama Uni Eropa melonjak pada hari Senin, usai produsen senjata tersebut akan mendapat manfaat dari konflik Israel-Palestina .
Baca Juga: 10 Perusahaan Pertahanan Teratas di Dunia pada Tahun 2023, No 1 Cetak Pendapatan Rp984,6 T
Saham kontraktor pertahanan utama AS (Amerika Serikat) melonjak di tengah konflik, seperti yang terlihat pada Lockheed Martin, pembuat peluncur roket HIMARS, dan Northrop Grumman Corp masing-masing meningkat 8,3% dan 10,6%.
Selanjutnya RTX yang sebelumnya dikenal sebagai Raytheon Technologies Corp, juga naik hampir 4% "di tengah ekspektasi peningkatan pengeluaran pertahanan," ujar Kepala Investasi di pialang saham Interactive Investor, Victoria Scholar seperti dilansir RT.
Baca Juga: Israel Kuras Cadangan Devisa hingga Rp704,9 Triliun Usai Diserang Hamas
Sementara itu untuk Uni Eropa, di antara saham-saham pertahanan terkemuka yang menguat adalah saham produsen pesawat Swedia Saab, yang harganya melonjak lebih dari 8%. Pada Senin sore, saham produsen senjata Jerman Rheinmetall juga naik 5,7%, pembuat senjata Inggris BAE Systems terdongkrak 4,2%. Sedangkan saham produsen helikopter militer Italia Leonardo terpantau menguat 5,7%.
Diketahui eskalasi terbaru konflik Israel-Palestina dimulai pada Sabtu pagi, ketika pejuang bersenjata Palestina melancarkan serangan mendadak di beberapa lokasi di sepanjang perbatasan Gaza. Sebagai tanggapan, Israel meluncurkan serangan balasan.
Para pejabat Israel memperkirakan, ada lebih dari 700 orang tewas dalam serangan Hamas yang melayangkan operasi badai Al-Aqsa. Lalu lebih dari 2.200 orang terluka dan 100 diculik, termasuk warga negara-negara Eropa dan Amerika Serikat.
Setelah serangan udara balasan Israel, lebih dari 400 orang tewas dan sekitar 2.200 terluka di Gaza, menurut pejabat Palestina.
Baca Juga: 10 Perusahaan Pertahanan Teratas di Dunia pada Tahun 2023, No 1 Cetak Pendapatan Rp984,6 T
Saham kontraktor pertahanan utama AS (Amerika Serikat) melonjak di tengah konflik, seperti yang terlihat pada Lockheed Martin, pembuat peluncur roket HIMARS, dan Northrop Grumman Corp masing-masing meningkat 8,3% dan 10,6%.
Selanjutnya RTX yang sebelumnya dikenal sebagai Raytheon Technologies Corp, juga naik hampir 4% "di tengah ekspektasi peningkatan pengeluaran pertahanan," ujar Kepala Investasi di pialang saham Interactive Investor, Victoria Scholar seperti dilansir RT.
Baca Juga: Israel Kuras Cadangan Devisa hingga Rp704,9 Triliun Usai Diserang Hamas
Sementara itu untuk Uni Eropa, di antara saham-saham pertahanan terkemuka yang menguat adalah saham produsen pesawat Swedia Saab, yang harganya melonjak lebih dari 8%. Pada Senin sore, saham produsen senjata Jerman Rheinmetall juga naik 5,7%, pembuat senjata Inggris BAE Systems terdongkrak 4,2%. Sedangkan saham produsen helikopter militer Italia Leonardo terpantau menguat 5,7%.
Diketahui eskalasi terbaru konflik Israel-Palestina dimulai pada Sabtu pagi, ketika pejuang bersenjata Palestina melancarkan serangan mendadak di beberapa lokasi di sepanjang perbatasan Gaza. Sebagai tanggapan, Israel meluncurkan serangan balasan.
Para pejabat Israel memperkirakan, ada lebih dari 700 orang tewas dalam serangan Hamas yang melayangkan operasi badai Al-Aqsa. Lalu lebih dari 2.200 orang terluka dan 100 diculik, termasuk warga negara-negara Eropa dan Amerika Serikat.
Setelah serangan udara balasan Israel, lebih dari 400 orang tewas dan sekitar 2.200 terluka di Gaza, menurut pejabat Palestina.
(akr)
Lihat Juga :