10 Perusahaan Pertahanan Teratas di Dunia pada Tahun 2023, No 1 Cetak Pendapatan Rp984,6 T

Rabu, 19 Juli 2023 - 16:27 WIB
loading...
10 Perusahaan Pertahanan...
Pasar industri pertahanan global telah tumbuh dari USD535 miliar menjadi USD577 miliar antara tahun 2022 dan 2023. Kontraktor pertahanan menjadi penerima manfaat terbesar. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Pasar industri pertahanan global telah tumbuh dari USD535 miliar menjadi USD577 miliar antara tahun 2022 dan 2023. Kontraktor pertahanan menjadi penerima manfaat terbesar, dimana Pengeluaran militer global telah tumbuh sebesar 19% sejak 2013 hingga mencapai rekor tertinggi sebesar USD2.240 miliar pada tahun 2022.

Baca Juga: Keterbatasan Modal dan Investasi, Defend ID Pede Masuk Top 90 Perusahaan Pertahanan Dunia

Pengeluaran militer menyumbang 2,2% dari produk domestik bruto (PDB) dunia. Sebagian besar belanja pertahanan pada tahun lalu didorong oleh invasi Rusia ke Ukraina , dimana Eropa mengalami peningkatan paling tajam yakni 13% dibandingkan tahun 2021.

Timur Tengah juga mengalami pertumbuhan belanja pertahanan sebesar 3,2% ketika Arab Saudi kembali ke daftar lima negara dengan belanja militer teratas dunia, setelah menghabiskan USD75 miliar tahun itu. Angka mengejutkan ini dirilis oleh Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) dalam laporannya tahun 2022.

Baca Juga: Prabowo: Belanja Pertahanan Bergeser Menjadi Investasi Pertahanan

Ledakan pasar pertahanan kemungkinan akan berlanjut dengan ukuran industri yang diperkirakan bisa mencapai USD700 miliar pada tahun 2027. Beberapa penerima manfaat utama dari lonjakan pengeluaran pertahanan termasuk perusahaan seperti Raytheon Technologies Corporation (NYSE: RTX) yang laba operasinya meningkat sebesar 9% antara tahun 2021 dan 2022.

Lockheed Martin Corporation (NYSE: LMT) mendapatkan kontrak dari Departemen Pertahanan AS (DoD) senilai USD45,68 miliar pada tahun 2022 – yang hampir setara 70% dari pendapatan tahunannya.

Ada juga China North Industries Group Corporation Limited, dan Aviation Industry Corporation of China, yang juga dikenal sebagai AVIC, merupakan kontraktor utama yang mendapat keuntungan dari peningkatan pengeluaran di tahun sebelumnya.

China adalah pembelanja militer terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat (AS), dan sebagian besar persenjataannya bersumber dari industri di dalam negeri. Pada tahun 2022, Beijing menghabiskan sekitar USD292 miliar untuk pengeluaran pertahanan, menurut SIPRI.

Setidaknya ada 10 kontraktor pertahanan teratas di dunia, yang dalam menentukan peringkat menggunakan dua metrik sebagai pertimbangan. Yakni pendapatan tahunan 2022 dari perusahaan yang berada di industri pertahanan, dan nilai moneter dari kontrak yang telah mereka terima dari Departemen Pertahanan AS (DoD) selama 2022.

30% bobot ditetapkan untuk pendapatan tahunan, sedangkan 70% untuk kontrak DoD. Amerika Serikat adalah pembelanja militer terbesar di dunia dan menyumbang hampir 40% dari semua pengeluaran pertahanan secara global.

AS juga juga merupakan rumah bagi beberapa perusahaan manufaktur kedirgantaraan dan persenjataan terbesar yang memenuhi kebutuhan pengadaan militer modern di seluruh dunia dengan senjata canggih terbaru. Oleh karena itu, kontrak DoD diberi bobot yang lebih besar saat membuat daftar ini daripada volume pendapatan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Rubel Jadi Mata Uang...
Rubel Jadi Mata Uang Terkuat di Dunia, Sanksi Barat ke Rusia Tak Mempan
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
Kemhan Bakal Datangkan...
Kemhan Bakal Datangkan Helikopter AW149 dan 12 Pesawat Tempur dari Italia
Rekomendasi
PPATK Ungkap Perputaran...
PPATK Ungkap Perputaran Dana Judi Online Turun hingga Rp286,84 Triliun di Era Prabowo
AI Buatan China Meraih...
AI Buatan China Meraih Skor Sempurna di Olimpiade Matematika Dunia
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Berita Terkini
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Ambles ke Level 6.266 saat Ada 518 Saham Malas Bergerak
Bangun PFII di Bali...
Bangun PFII di Bali Butuh Waktu 3 Tahun, Danantara Siapkan Masa Transisi di Jakarta
4 Negara Bebas Kewajiban...
4 Negara Bebas Kewajiban Parkir DHE SDA di Himbara, Pemerintah Beri Kelonggaran
Panda Bond Laris Manis,...
Panda Bond Laris Manis, Indonesia Raup Rp18,47 Triliun
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
Infografis
Nomor 1 dari Indonesia,...
Nomor 1 dari Indonesia, Ini 10 Dumpling Terenak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved