Kerahkan 300 Ribu Tentara Cadangan Lawan Pejuang Hamas Bikin Israel Tekor Rp106 Triliun

Rabu, 11 Oktober 2023 - 15:28 WIB
loading...
Kerahkan 300 Ribu Tentara...
Salah satu serangan balasan Israel di wilayah Palestina. Foto/Reuters
A A A
JAKARTA - Hingga saat ini biaya perang antara Israel dan pejuang Hamas diperkirakan mencapai setidaknya NIS 27 miliar atau USD6,8 miliar atau setara Rp106,7 triliun (kurs Rp15.700). Biaya itu kan akan terus membesar jika perang berlangsung lama.

Baca juga: 3 Pesepak Bola yang Mendukung Israel saat Operasi Badai Al Aqsa

Biaya itu memperhitungkan pemanggilan 300.000 tentara cadangan yang signifikan dan besar-besaran yang harus meninggalkan pekerjaan mereka. Mobilisasi terbesar sejak Perang Yom Kippur tahun 1973, ketika Israel memanggil 400.000 tentara cadangan.

“Sampai saat ini, sangat sulit untuk mengetahui bagaimana perang akan berkembang, apakah perang tersebut akan memicu serangan darat untuk menaklukkan sebagian Gaza yang akan memakan waktu berminggu-minggu, atau apakah sebuah serangan juga akan diluncurkan di utara dan bagaimana caranya,” kata kepala strategi Bank Hapoalim, Modi Shafrir, dikutip dari Timeofisrael, Rabu (11/10/2023).

“Saat ini dapat diasumsikan bahwa kerugian akibat perang saat ini akan berjumlah setidaknya 1,5% dari PDB, yang berarti peningkatan defisit anggaran setidaknya 1,5% dari PDB di masa mendatang," tamba Modi.

Proyeksi Bank Hapoalim--salah satu bank terbesar di Israel yang berdiri pada 1921--sebagian didasarkan pada biaya yang dikeluarkan selama perang yang dilakukan Israel sebelumnya. menurut Institute for National Security Studies biaya Perang Lebanon Kedua pada tahun 2006, yang berlangsung selama 34 hari, diperkirakan mencapai USD2,4 miliar atau 1,3% dari PDB. Biaya Operasi Cast Lead dari Desember 2008 hingga Januari 2009 diperkirakan mencapai USD835 juta.

Perang Israel di masa lalu, seperti Perang Lebanon Kedua pada tahun 2006, melumpuhkan sebagian wilayah negara tersebut karena serangan roket, namun tidak berlangsung lama hingga mematikan seluruh perekonomian. Setelah rudal berhenti dan pasukan cadangan kembali pulang, perekonomian negara pada periode pasca-perang berhasil bangkit kembali dan pulih dengan relatif cepat.

“Pengalaman masa lalu menunjukkan bahwa dampak perang terhadap PDB diperkirakan akan dirasakan terutama pada angka konsumsi swasta dan pariwisata, namun mobilisasi kekuatan cadangan yang sangat besar dan penilaian bahwa perang saat ini akan berlangsung berminggu-minggu, diperkirakan akan menimbulkan dampak yang lebih besar terhadap perekonomian Israel dibandingkan dengan putaran operasi tempur sebelumnya,” kata Shafrir.

Sejak serangan mendadak pejuang Hamas pada hari Sabtu, dan Israel kemudian menyatakan keadaan perang, saham dan obligasi lokal anjlok, dan banyak bisnis dan sekolah di negara tersebut tetap tutup. Maskapai penerbangan telah menghentikan sebagian besar penerbangan ke Tel Aviv.

Bank sentral Israel mengatakan minggu ini bahwa mereka akan menjual valuta asing hingga USD30 miliar untuk menopang shekel dan mencegah keruntuhannya. Meskipun ada pengumuman dari bank sentral, mata uang lokal telah melemah lebih dari 2% selama dua hari terakhir dan diperdagangkan sekitar NIS 3,95 per dolar AS.

Pada hari Selasa, Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan bahwa perekonomian dunia menghadapi ketidakpastian baru akibat perang antara Israel dan Hamas dan dapat melihat dampak dari konflik Timur Tengah – khususnya terhadap harga minyak.

IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi global akan melambat menjadi 2,9% pada tahun 2024 dari perkiraan 3% pada tahun ini. Perkiraan untuk tahun depan turun sedikit dari perkiraan 3% pada bulan Juli. Hal ini terjadi karena dunia belum sepenuhnya pulih dari resesi COVID-19 yang berumur pendek dan masih belum pulih dari dampak kenaikan suku bunga dan invasi Ukraina.

Masih “terlalu dini” untuk menilai dampak perang antara Israel dan Hamas terhadap pertumbuhan ekonomi global, kata kepala ekonom IMF Pierre-Olivier Gourinchas pada konferensi pers. Dia mengatakan IMF “memantau situasi dengan cermat” dan mencatat bahwa harga minyak telah meningkat sekitar 4% dalam beberapa hari terakhir.

Baca juga: Terungkap, Ini Rahasia Umur Panjang hingga 100 Tahun Menurut Sains

“Kita telah melihatnya dalam krisis-krisis dan konflik-konflik sebelumnya. Dan tentunya hal ini mencerminkan potensi risiko terganggunya produksi maupun pengangkutan minyak di kawasan,” ujarnya.

(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Lepas Ketergantungan...
Israel Lepas Ketergantungan Dolar AS, Menerima Rp5.193 Triliun Sejak PD II
Mentan Amran Waswas,...
Mentan Amran Waswas, Perang Iran vs AS-Israel Picu Kenaikan Harga Pangan
Imbas Perang Iran vs...
Imbas Perang Iran vs AS-Israel, Penerbangan dari Bali ke Timteng Terganggu
AS Rancang Gaza Jadi...
AS Rancang Gaza Jadi Resor Futuristik Senilai Rp1.878 Triliun, Rencana Rekonstruksi 20 Tahun
Palestina Daftar Anggota...
Palestina Daftar Anggota Penuh BRICS setelah Diakui Mayoritas Negara di PBB
Pukul Israel dengan...
Pukul Israel dengan Sanksi, Negara Eropa Ini Boikot Barang hingga Ancam Setop Perdagangan
Profil Saleem Khader...
Profil Saleem Khader Al-Ashqar, Kiper Palestina yang Tewas dalam Serangan Israel di Gaza
PM Pakistan Sharif akan...
PM Pakistan Sharif akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Rekomendasi
Roy Suryo Ajukan Praperadilan...
Roy Suryo Ajukan Praperadilan di PN Jaksel, Kubu Jokowi Sebut Mengulur Waktu
Jelajahi Dataran Tinggi...
Jelajahi Dataran Tinggi dan Perkotaan, BYD M6 DM Media Challenge Buktikan Efisiensi Teknologi Dual Mode
RCTI Rilis Sinetron...
RCTI Rilis Sinetron 'Terlanjur Mencintaimu', Chicco Jerikho dan Marsha Aruan Siap Bikin Baper
Berita Terkini
Hadir Kembali, Mandiri...
Hadir Kembali, Mandiri Donor Darah Gerakkan 280 Pendonor di 12 Region: Satu Langkah Darimu, Sejuta Harapan Untuknya
Tak Lagi Sekadar Hiburan,...
Tak Lagi Sekadar Hiburan, Industri Entertainment Kini Jadi Ladang Investasi Baru
Perkuat Kontribusi ke...
Perkuat Kontribusi ke Pembangunan Sultra, Setoran Pajak CNI Paling Besar
Nekat Melenceng dari...
Nekat Melenceng dari Jalur Bakal Disikat! Iran Ultimatum Keras soal Selat Hormuz
Satu Sendok, Sejuta...
Satu Sendok, Sejuta Mitos: Sasa Luruskan Fakta MSG yang Benar
TAP Untuk Negeri Perkuat...
TAP Untuk Negeri Perkuat Produktivitas Petani Sawit Dukung Program B50
Infografis
Serangan Drone Pejuang...
Serangan Drone Pejuang Irak, 26 Tentara Israel Mati dan Cedera
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved