Melihat Kesiapan Operator dalam Menjalankan Layanan FMC
Kamis, 12 Oktober 2023 - 13:16 WIB
loading...
A
A
A
Heru melihat langkah awal penyatuan agar operator seluler dapat dua pendapatan dari mobile dan fixed. Dari sisi konsumen, yang fixed, tarif berlangganan ini harus memberikan manfaat. "Pastinya, kalau harga lebih mahal, ya orang enggak mau,"ucap Heru.
Sementara Dosen Perbanas Institute Piter Abdullah, konvergensi layanan fixed dan mobile broadband harus dilakukan secara bertahap, karena jika dilakukan sekaligus maka biayanya besar. Ia sepakat jika konvergensi layanan telko tidak dapat ditolak dan meyakini kalau FMC tidak akan membebani konsumen, terutama dari sisi harga.
Sejumlah inisiasi FMC sudah dilakukan operator telekomunikasi seperti XL Axiata, Smartfren, hingga Telkom Group. "Intinya mereka enggak mau melakukan sesuatu yang merugikan konsumen dan akhirnya pindah," ujar Piter.
Jika diibaratkan, layanan internet kini sudah menjadi detak jantung kehidupan sehingga harus berjalan lancar tanpa gangguan apapun.
Berdasarkan laporan Speedtest Global Index 2023, rata-rata kecepatan fixed dan mobile broadband di Indonesia masing-masing hanya sebesar 25,59 Mbps dan 21,35 Mbps. Dengan kecepatan tersebut, Indonesia tercatat menempati posisi ke-120 dari 180 negara untuk kecepatan fixed broadband dan posisi ke-101 dari 140 negara untuk kecepatan internet seluler.
Laporan Google, Temasek, Bain & Company di 2022 menyebutkan penetrasi digital baru mencapai 78 persen. Indonesia telah memimpin ekonomi digital untuk regional Asia Tenggara dengan nilai Gross Merchandise Value (GMV) atau nilai penjualan bruto mencapai US$ 77 miliar (Rp1.198,3 triliun).
Sementara Dosen Perbanas Institute Piter Abdullah, konvergensi layanan fixed dan mobile broadband harus dilakukan secara bertahap, karena jika dilakukan sekaligus maka biayanya besar. Ia sepakat jika konvergensi layanan telko tidak dapat ditolak dan meyakini kalau FMC tidak akan membebani konsumen, terutama dari sisi harga.
Sejumlah inisiasi FMC sudah dilakukan operator telekomunikasi seperti XL Axiata, Smartfren, hingga Telkom Group. "Intinya mereka enggak mau melakukan sesuatu yang merugikan konsumen dan akhirnya pindah," ujar Piter.
Jika diibaratkan, layanan internet kini sudah menjadi detak jantung kehidupan sehingga harus berjalan lancar tanpa gangguan apapun.
Berdasarkan laporan Speedtest Global Index 2023, rata-rata kecepatan fixed dan mobile broadband di Indonesia masing-masing hanya sebesar 25,59 Mbps dan 21,35 Mbps. Dengan kecepatan tersebut, Indonesia tercatat menempati posisi ke-120 dari 180 negara untuk kecepatan fixed broadband dan posisi ke-101 dari 140 negara untuk kecepatan internet seluler.
Laporan Google, Temasek, Bain & Company di 2022 menyebutkan penetrasi digital baru mencapai 78 persen. Indonesia telah memimpin ekonomi digital untuk regional Asia Tenggara dengan nilai Gross Merchandise Value (GMV) atau nilai penjualan bruto mencapai US$ 77 miliar (Rp1.198,3 triliun).
Lihat Juga :