ESDM: Freeport Akan Terbitkan Saham Baru untuk Divestasi 51%

Rabu, 26 Juli 2017 - 15:25 WIB
ESDM: Freeport Akan...
ESDM: Freeport Akan Terbitkan Saham Baru untuk Divestasi 51%
A A A
JAKARTA - Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Teguh Pamudji mengatakan, pemerintah menginginkan divestasi saham yang dilakukan PT Freeport Indonesia dibeli oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Namun, Freeport mengajukan usul agar sebagian saham divestasi dilepas ke pasar saham melalui penawaran saham perdana (initial public offering/IPO). (Baca: ESDM Pastikan Freeport Belum Raih Perpanjangan Izin Operasi ).

Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 1 tahun 2017 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Minerba, Freeport diwajibkan melepas sahamnya sebesar 51%. Saat ini, Freeport telah melepas sahamnya kepada pemerintah sebesar 9,36%, artinya masih tersisa 41,64% yang harus dilepas kepada pemerintah.

"Jadi masih tersisa 41%, itu diambil secara struktural," kata dia di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (26/7/2017).

Ketua Tim Perundingan Pemerintah dan Freeport ini mengatakan, pembelian saham akan dilakukan dengan menerbitkan saham baru. Jadi, bukan saham yang dimiliki Freeport saat ini. Hal tersebut agar saham raksasa tambang asal Amerika Serikat (AS) tersebut tidak terlalu tergerus.

"Dalam pembelian saham ini, akan diterbitkan saham baru. Jadi bukan saham yang dimiliki Freeport sekarang," imbuhnya.

Menurutnya, pemerintah akan meminta Freeport untuk berunding menunjuk penilai independen (independent valuator) untuk menghitung nilai saham Freeport.

"Jadi, Freeport menyampaikan usulan bahwa ada sebagian yang untuk ditaruh di bursa, tetapi itu kita sudah punya mekanisme sendiri. Jadi artinya semua 41% akan dihitung oleh independen valuator. Itu baru wacana yang disampaikan," tutur dia.

Teguh menambahkan, pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan menginginkan agar pelepasan saham Freeport dilakukan secara langsung dalam waktu dekat ini sebesar 41%. Namun, keinginan tersebut justru bertolak belakang dengan Freeport yang menginginkan agar divestasi dilakukan secara bertahap.

"Kemudian mengenai divestasi, tadi aspirasi yang disampaikan Kemenkeu maunya seketika dan dalam waktu yang sekarang. Tapi keinginan dari Freeport itu dilakukan secara bertahap. Ini yang masih dalam proses perundingan," jelasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Smelter Freeport di...
Smelter Freeport di Gresik Terbakar, Tim Gabungan Damkar Dikerahkan ke Lokasi
Smelter Manyar Jadi...
Smelter Manyar Jadi Titik Awal Integrasi Industri dan Lingkungan Hidup
Produksi Katoda Dimulai,...
Produksi Katoda Dimulai, Smelter PTFI Jadi Contoh Hilirisasi Pro-Rakyat
Tarif Impor AS Tak Guncang...
Tarif Impor AS Tak Guncang Smelter Nasional, Diversifikasi Ekspor Jadi Kunci Hilirisasi
PTFI Perkuat Fondasi...
PTFI Perkuat Fondasi Ekonomi Papua Tengah, Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan lewat Investasi Jangka Panjang
PT Freeport Indonesia...
PT Freeport Indonesia Raih Pengakuan Global Esri untuk Inovasi dan Dampak Keberlanjutan
Berita Terkini
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
29 menit yang lalu
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
48 menit yang lalu
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
1 jam yang lalu
Lippoland Kembangkan...
Lippoland Kembangkan OAZE sebagai Pusat Kehidupan Baru di Cikarang
1 jam yang lalu
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
2 jam yang lalu
Jelang Mandatori SAF...
Jelang Mandatori SAF 1% di 2027, Pertamina Patra Niaga Percepat Ekosistem
2 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Ini Lokasinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved