IMF Lengah, China Capai Kesepakatan Utang dengan Sri Lanka

Jum'at, 13 Oktober 2023 - 02:13 WIB
loading...
IMF Lengah, China Capai...
China mencapai kesepakatan utang tentatif dengan Sri Lanka, yang mengejutkan Dana Moneter Internasional atau IMF dan kreditur lainnya. Foto/Dok
A A A
KOLOMBO - China mencapai kesepakatan utang tentatif dengan Sri Lanka , yang mengejutkan Dana Moneter Internasional atau IMF dan kreditur lainnya. Pasalnya hal itu mendahului yang sudah dilakukan oleh IMF dan kreditor lain dengan negara Asia Selatan tersebut.

Baca Juga: 5 Proyek Raksasa Sri Lanka yang Terjebak Utang China, dari Pelabuhan hingga Bandara

Kesepakatan antara Bank Ekspor-Impor China dan Sri Lanka dicapai pada akhir bulan lalu, seperti disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri China pada tengah pekan kemarin. Namun tidak dijelaskan rincian terkait pakta tersebut.

IMF, Paris Club member termasuk Jepang, dan pemberi pinjaman lain seperti India diperkirakan akan mengadakan pembicaraan minggu ini di Maroko mengenai rencana restrukturisasi utang. China, yang bukan bagian dari kelompok resmi itu meskipun merupakan salah satu kreditur terbesar Sri Lanka, telah melakukan negosiasi bilateral dengan negara Asia Selatan itu sebagai gantinya.

Baca Juga: Terjebak Utang China, Sri Lanka Pinjam ke IMF dan Bank Dunia

Kepala misi senior untuk Sri Lanka di IMF, Peter Breuer mengatakan, tidak mengetahui tentang diskusi yang sedang berlangsung dengan kreditor. "Kami belum diberitahu tentang adanya perjanjian khusus," terangnya.

"Pemberi pinjaman multilateral perlu menilai seluruh paket perjanjian secara keseluruhan untuk menilai konsistensi dengan target utang IMF," katanya.

Pejabat dari dua negara kreditur, yang meminta untuk tidak diidentifikasi seperti dilansir Bloomberg mengaku mereka tidak diberitahu tentang persyaratan dan rincian kesepakatan China.

Pakta awal diperkirakan tidak akan mengubah upaya komite kreditor resmi untuk mencoba mencapai kesepakatan utang di Marrakech, yang akan mencakup perlindungan untuk mencegah persyaratan pembayaran yang menguntungkan ke China, kata salah satu sumber.

Seorang pejabat India yang terlibat dalam diskusi utang mengatakan, New Delhi telah mendorong perlakuan yang sama dan adil dalam rencana restrukturisasi, dan berharap bahwa semua kreditor transparan dalam pendekatan mereka.

Sri Lanka berutang sekitar 40% dari utang bilateralnya ke China dan 16% ke India, menurut perkiraan dari IMF. Mencapai kesepakatan cepat dengan krediturnya akan memungkinkan Sri Lanka untuk terus memanfaatkan dana dari program bailout USD3 miliar dengan pemberi pinjaman multilateral.

Gubernur bank sentral Sri Lanka, Nandalal Weerasinghe dan Menteri Keuangan Junior, Shehan Semasinghe berada di Marrakesh minggu ini pada pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia. Semasinghe bertemu dengan Robert Kaproth, wakil asisten sekretaris untuk Departemen Keuangan AS, katanya dalam sebuah postingan di platform media sosial X, dimana keduanya membahas program IMF dan proses restrukturisasi utang.

Komite kreditor resmi bertujuan untuk menandatangani nota kesepahaman dengan Sri Lanka pada pertemuan Marrakech tanpa partisipasi China, seperti dilaporkan Bloomberg News bulan lalu. Meskipun belum ada kesepakatan, namun beberapa pihak meragukannya bisa dicapai minggu ini.

Kesepakatan Exim Bank muncul seminggu sebelum China menjadi tuan rumah Forum Belt and Road ketiga di Beijing, sebuah program unggulan oleh Presiden Xi Jinping yang telah menghadapi kritik karena membebani negara-negara berkembang seperti Sri Lanka dengan utang.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Pesona China yang Berbeda:...
Pesona China yang Berbeda: Eksplor Keunikan Infrastruktur Chongqing dan Alam Zhangjiajie
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Rekomendasi
Kasus Erin Berbalik...
Kasus Erin Berbalik Arah? Bukti Psikologis Nur Disebut Untungkan Herawati
AS Juara Piala Dunia...
AS Juara Piala Dunia 2026, Jeep Siap Bagi-bagi Mobil Wrangler
Liga Bintang Juara Hari...
Liga Bintang Juara Hari Kedua: 32 Tim Bertarung Rebut 16 Tiket ke Babak Utama Jakarta
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
9 Negara yang Pernah...
9 Negara yang Pernah Bangkrut karena Utang Menggila
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved