Dampak Perang Hamas vs Israel, Menteri Iran: Harga Minyak Akan Capai USD100 per Barel

Sabtu, 14 Oktober 2023 - 17:40 WIB
loading...
Dampak Perang Hamas...
Harga minyak dunia bisa menembus USD100 per barel akibat perang Hamas vs Israel. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Perang antara pejuang Hamas dan Israel diprediksi bisa menimbulkan salah satu risiko geopolitik paling signifikan terhadap pasar minyak sejak invasi Rusia ke Ukraina tahun lalu. Reuters, Sabtu (14/10/2023), melaporkan, berbeda dengan Rusia, salah satu produsen minyak dan gas terbesar di dunia, Israel memiliki produksi energi yang sangat sedikit.

Baca juga: Serangan Darat Israel Bakal Naikkan Harga Minyak: Bisa Tembus USD100 per Barel

Namun ada risiko bahwa perang ini dapat menyebar ke negara-negara produsen energi utama di Timur Tengah dan memengaruhi aliran minyak dan gas. Para analis dan pengamat pasar menunjukkan beberapa potensi komplikasi besar jika konflik meningkat.

Pertama, AS dapat memperketat atau meningkatkan penerapan sanksi terhadap Iran jika terlibat dalam serangan Hamas terhadap Israel, yang selanjutnya dapat membebani pasar minyak yang sudah kekurangan pasokan. Iran dapat membalas dengan mengganggu aliran energi dari negara-negara tetangga OPEC melalui Selat Hormuz.

Rob Thummel, manajer portofolio senior di Tortoise Capital, mengatakan harga minyak tidak akan naik secara substansial kecuali ada gangguan di Selat Hormuz yang disebabkan oleh Iran atau negara lain. Selat itu merupakan jalur minyak terpenting di dunia yang membawa seperlima pasokan global.

Kedua, kesepakatan yang ditengahi oleh Washington untuk menormalisasi hubungan antara Arab Saudi dan Israel bisa saja gagal. Padahal normalisasi hubungan itu dapat membuat Arab Saudi meningkatkan produksi minyaknya.

Sejauh ini minyak mentah Brent melonjak lebih dari USD5 menjadi di atas USD90 per barel selama seminggu terakhir sejak Hamas melancarkan serangan mendadak terhadap Israel pada 7 Oktober. Namun, analis mengakui bahwa situasinya berbeda dari krisis minyak tahun 1973 ketika Arab Saudi mempelopori embargo yang ditargetkan pada negara-negara yang mendukung Israel selama Perang Yom Kippur, sehingga menyebabkan harga meroket.

Arab Saudi dan Rusia telah mengumumkan pengurangan pasokan secara sukarela hingga akhir tahun 2023, sehingga mendorong harga minyak ke level tertinggi dalam 10 bulan pada akhir September.

David Goldwyn, mantan utusan khusus untuk urusan energi internasional di Departemen Luar Negeri AS, mengatakan faktor fundamental akan tetap menjadi pendorong harga yang lebih besar dibandingkan perang.

Arti Konflik terhadap ekspor Iran?

Meskipun ada sanksi dari AS, ekspor minyak mentah Iran telah tumbuh secara signifikan tahun ini, mengimbangi pemotongan sukarela sebesar 1,3 juta barel per hari (bpd) yang dilakukan oleh Riyadh dan Moskow. Iran telah membantah terlibat dalam serangan Hamas tersebut terhadap Israel.

Menteri Keuangan Amerika Janet Yellen pada hari Rabu lalu mengatakan dia belum mengumumkan apakah Amerika akan menjatuhkan sanksi baru terhadap Iran jika muncul bukti bahwa negara tersebut terlibat dalam serangan itu.

Sementara itu, Menteri Perminyakan Iran Javad Owji pada hari Jumat mengatakan harga minyak akan mencapai USD100 per barel. Pernyataan itu didasarkan pada perkembangan terkini di Timur Tengah.

Sanksi AS yang lebih ketat terhadap Teheran akan mengancam pasokan minyak mentah dan menaikkan harga energi baik secara global maupun domestik. Situasi itu sangat ingin dihindari oleh Presiden Joe Biden menjelang pemilu tahun 2024.

Namun analis RBC Capital Markets, Helima Croft, mengatakan “kemungkinan akan sulit” bagi pemerintahan Biden untuk melanjutkan “rezim sanksi permisif” yang memungkinkan produksi minyak Iran mendekati tingkat sebelum tahun 2018. Namun, analis lain memperkirakan AS tidak akan mengambil risiko gangguan pasokan.

“Mengingat tujuan kebijakan tidak menargetkan aliran minyak Rusia bahkan pada puncak konflik Rusia-Ukraina, kami memperkirakan ekspor minyak Iran juga tidak akan dibatasi,” kata analis Macquarie.

Analis FGE mengatakan bahwa AS tidak mungkin memperketat sanksi tanpa persetujuan Arab Saudi untuk mengganti minyak Iran yang hilang, dan mereka menambahkan bahwa mereka tidak melihat hal itu terjadi.

Lalu bagaimana reaksi OPEC? Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz mengatakan kepada CNBC minggu ini--dalam komentar pertamanya sejak dimulainya perang--OPEC dan OPEC+ telah melalui banyak tantangan sebelumnya dan para anggotanya “terhubung” dan “kohesi mereka tidak boleh ditantang”.

Juru bicara kementerian perminyakan Irak pada 12 Oktober mengatakan bahwa OPEC+, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya yang dipimpin oleh Rusia, tidak bereaksi secara spontan terhadap tantangan pasar.

Baca juga: Selamat, Tim Sapuangin ITS Juara 3 Dunia Shell Eco-Marathon 2023

Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak menambahkan pada hari Kamis bahwa harga minyak saat ini menjadi faktor penyebab konflik dan mencerminkan keyakinan pasar bahwa risiko yang ditimbulkan oleh bentrokan tersebut tidak terlalu tinggi.

(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
Kuwait Tawarkan Minyak...
Kuwait Tawarkan Minyak ke Pembeli Asia, Pertama Kalinya Sejak Konflik Iran
Panel Energi SPIEF 2026...
Panel Energi SPIEF 2026 Bahas Prospek Harga Minyak Tahun Depan, Bakal Tembus USD170 per Barel?
Gencatan Senjata Gagal!...
Gencatan Senjata Gagal! Harga Minyak Dunia Terbang Tinggi Hampir 1% saat AS Kembali Gempur Iran
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Rekomendasi
Beri Semangat Anak Pejuang...
Beri Semangat Anak Pejuang Leukemia, Polres Jakpus Wujudkan Harapan Deni Jadi Polisi Cilik
MNC Peduli dan Park...
MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Salurkan Makanan Bergizi, Warga Duri Kepa Mengaku Sangat Terbantu
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
Infografis
Perbandingan Universitas...
Perbandingan Universitas Terbaik Iran vs Israel, Siapa Unggul?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved