OJK Siap Implementasikan Kesepakatan ACMF 2023 di Pasar Modal RI
Selasa, 17 Oktober 2023 - 15:00 WIB
loading...
ASEAN Capital Markets Forum (ACMF) 2023 sukses selenggarakan pertemuan dan konferensi internasional. (Foto: dok MNC Media)
A
A
A
BALI - ASEAN Capital Markets Forum (ACMF) 2023 sukses menyelenggarakan pertemuan tingkat tinggi dan konferensi internasional. Sepuluh regulator sepakat untuk mengimplementasikan capaian ACMFterhadap pasar modal di masing-masing negara.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selaku perwakilan sekaligus pemegang keketuaan tahun 2023 menyatakan bakal mengimplementasikan hasil forum yang ke-39 tersebut.
"Setelah hasil tadi dirumuskan dengan baik adalah bagaimana kita menurunkannya ke dalam rumusan, dalam formula yang dapat diterapkan di tingkat nasional," ucap Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar dalam konferensi pers di Bali pada Selasa (17/10/2023).
Mahendra menyebutkan bahwa salah satu turunan yang akan diaplikasikan ke pasar domestik akan diwujudkan melalui Taksonomi pembangunan berkelanjutan. Langkah ini akan merevisi taksonomi hijau sebelumnya.
"Ini juga diperlukan untuk menyesuaikan dengan keputusan di tingkat Asia Tenggara dalam ASEAN Taxonomy on Sustainable Development. Ini sedang dijalankan," ujar Mahendra.
Taksonomi hijau merupakan klasifikasi aktivitas ekonomi yang mendukung upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup serta mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.
Ini bersifat fleksibel, dinamis, dan berdasarkan pada pengalaman industri dan ilmu pengetahuan masing-masing. Taksonomi hijau dapat membantu mengarahkan investasi ke sektor-sektor yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selaku perwakilan sekaligus pemegang keketuaan tahun 2023 menyatakan bakal mengimplementasikan hasil forum yang ke-39 tersebut.
"Setelah hasil tadi dirumuskan dengan baik adalah bagaimana kita menurunkannya ke dalam rumusan, dalam formula yang dapat diterapkan di tingkat nasional," ucap Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar dalam konferensi pers di Bali pada Selasa (17/10/2023).
Mahendra menyebutkan bahwa salah satu turunan yang akan diaplikasikan ke pasar domestik akan diwujudkan melalui Taksonomi pembangunan berkelanjutan. Langkah ini akan merevisi taksonomi hijau sebelumnya.
"Ini juga diperlukan untuk menyesuaikan dengan keputusan di tingkat Asia Tenggara dalam ASEAN Taxonomy on Sustainable Development. Ini sedang dijalankan," ujar Mahendra.
Taksonomi hijau merupakan klasifikasi aktivitas ekonomi yang mendukung upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup serta mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.
Ini bersifat fleksibel, dinamis, dan berdasarkan pada pengalaman industri dan ilmu pengetahuan masing-masing. Taksonomi hijau dapat membantu mengarahkan investasi ke sektor-sektor yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Lihat Juga :